Kemenkeu Paparkan Kondisi Ekonomi Indonesia Menjelang Akhir 2025
Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan bahwa perekonomian Indonesia pada akhir tahun 2025 menunjukkan ketahanan yang signifikan meskipun menghadapi berbagai tantangan global. Hal ini menjadi landasan yang solid bagi pertumbuhan ekonomi nasional di masa mendatang.
Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Febrio Kacaribu, menyatakan bahwa kondisi perekonomian Indonesia tetap resilien, didorong oleh aktivitas manufaktur yang ekspansif, inflasi yang terkendali, dan kinerja neraca perdagangan yang terus mencatat surplus.
Febrio menjelaskan, aktivitas manufaktur Indonesia di akhir 2025 menunjukkan kinerja positif dengan Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Desember 2025 berada di level 51,2, menandakan fase ekspansif selama lima bulan berturut-turut. Hal ini didorong oleh permintaan domestik yang kuat, peningkatan ketenagakerjaan, serta aktivitas pembelian bahan baku yang meningkat.
Optimisme pelaku usaha juga tercermin dalam data, dengan tingkat kepercayaan yang mencapai level tertinggi dalam tiga bulan terakhir, menunjukkan keyakinan terhadap prospek sektor manufaktur ke depan.
Neraca Perdagangan Positif
Dari sisi neraca perdagangan, Febrio melaporkan bahwa pada November 2025, Indonesia mencatat surplus sebesar USD2,66 miliar, melanjutkan tren surplus yang telah berlangsung sejak Mei 2020. Secara kumulatif dari Januari hingga November 2025, neraca perdagangan mencatat surplus sebesar USD38,54 miliar, meningkat USD9,30 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.
Selama periode yang sama, total ekspor Indonesia mencapai USD256,56 miliar, tumbuh 5,61 persen, dengan sektor industri pengolahan menyumbang kontribusi terbesar. Sementara itu, total impor tercatat sebesar USD218,02 miliar, meningkat 2,03 persen, didorong oleh peningkatan impor barang modal.
Strategi Ke Depan
Febrio menekankan pentingnya keberlanjutan hilirisasi sumber daya alam, peningkatan daya saing produk ekspor nasional, dan diversifikasi mitra dagang utama untuk mengantisipasi dinamika global yang terus berkembang. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat terus berlanjut dan semakin kuat di tahun 2026.




