Kedatangan 12 Jet F-22 AS di Israel Memicu Ketegangan dengan Iran
Sumber Foto: MetroTVNews.com
Internasional

Kedatangan 12 Jet F-22 AS di Israel Memicu Ketegangan dengan Iran

Jurnal Indonesia - Tel Aviv: Setidaknya 12 jet tempu r F-22 milik Amerika Serikat (AS) mendarat di pangkalan udara Israel pada Selasa 25 Februari 2026.

Kedatangan jet tempur ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran, lapor penyiar publik Israel, KAN.

“Dua belas jet tempur F-22 AS mendarat sore ini di salah satu pangkalan Angkatan Udara Israel di selatan negara itu, sebagai bagian dari pengerahan Amerika di Timur Tengah,” kata KAN, seperti dikutip dari Anadolu, Kamis 26 Fenbruari 2026. Ditambahkan bahwa pesawat-pesawat tersebut termasuk jet tempur tercanggih di dunia, hanya dimiliki oleh AS, dan ditugaskan, di antara misi lainnya, untuk “menembus wilayah musuh dan melumpuhkan sistem pertahanan udara dan instalasi radar.”

AS telah meningkatkan kehadiran militernya di wilayah Teluk Persia di tengah ancaman Presiden AS Donald Trump tentang tindakan militer terhadap Teheran jika negosiasi nuklir saat ini gagal.

Iran melawan

Teheran telah berulang kali mengatakan akan menanggapi dengan tegas setiap serangan, memperingatkan bahwa bahkan serangan terbatas "akan dianggap sebagai tindakan agresi".

Beberapa jam sebelum pidatonya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa kesepakatan untuk menghindari bentrokan militer sudah di depan mata.

"Kita memiliki kesempatan bersejarah untuk mencapai kesepakatan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang membahas kekhawatiran bersama dan mencapai kepentingan bersama," kata Araghchi dalam sebuah unggahan di media sosial, menambahkan bahwa kesepakatan "sudah di depan mata, tetapi hanya jika diplomasi diprioritaskan".

Araghchi bersumpah bahwa Iran "dalam keadaan apa pun tidak akan pernah mengembangkan senjata nuklir", tetapi menegaskan hak negara tersebut untuk "memanfaatkan keuntungan dari teknologi nuklir damai".

Iran dan AS mengadakan lima putaran pembicaraan nuklir tahun lalu, tetapi negosiasi tersebut berakhir setelah serangan Israel yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Iran memicu perang selama 12 hari.