Kakak Beradik Indonesia Cemerlang di Panggung Musik Eropa
RM.id Rakyat Merdeka - Di usia belia, Raelene Pramana dan Reo Pramana sudah akrab dengan panggung konser Eropa. Kakak-beradik diaspora Indonesia di Belanda itu menorehkan prestasi di bidang musik klasik, dari kompetisi nasional hingga ajang internasional.
Raelene 11 tahun kini duduk di kelas 2 SMP. Sang kakak, Reo 15 tahun, tengah menuntaskan pendidikan SMA. Di sela aktivitas sekolah, keduanya menjalani pendidikan musik klasik secara intensif sejak kecil.
Raelene mulai belajar biola pada usia lima tahun di Royal Conservatoire The Hague. Saat ini, ia menempuh pendidikan di Academie Muzikaal Talent dan mendapat bimbingan maestro biola Ilya Grubert.
Ia juga mengikuti berbagai masterclass internasional. Panggung bergengsi seperti Concertgebouw Amsterdam pun pernah ia jajaki.
Prestasinya semakin bersinar saat meraih juara pertama kategori Iordens A dalam Nederland Vioolconcours 2026. Sebelumnya, ia meraih juara ketiga dalam International Anton Rubinstein Competition for Junior Violin 2024 di Düsseldorf, Jerman.
“Setiap tampil, saya selalu ingat bahwa saya membawa nama Indonesia. Itu membuat saya ingin memberikan yang terbaik,” ujar Raelene.
Dalam enam bulan terakhir, Raelene tampil di sejumlah program televisi nasional Belanda. Ia bahkan berkesempatan bertemu langsung dengan Queen Máxima serta tampil di hadapan Prince Constantijn setelah memenangkan kompetisi nasional tersebut.
Sementara itu, Reo memulai perjalanan musiknya dari paduan suara anak di Den Haag. Ia kemudian mendalami piano dan biola, dan kini berkuliah di Conservatorium van Amsterdam.
Reo juga aktif sebagai komposer muda. Ia meraih Ontwikkelingsprijs 2023 dan Gaudeamus Prijs 2024 dalam ajang Prinses Christina Klassiek Concours. Di bidang komposisi, ia memenangkan Prinses Christina Compositie Concours 2024.
Karya-karyanya telah dipentaskan di berbagai negara Eropa. Pada Juli 2024, ia mengikuti program komposisi musim panas di Juilliard School, New York.
“Musik adalah cara saya memperkenalkan identitas Indonesia dalam bahasa yang bisa dipahami dunia,” kata Reo.
Tak hanya bersinar di luar negeri, keduanya juga tampil dalam peringatan Hari Kemerdekaan ke-78 di Istana Negara pada 2023. Mereka membawakan lagu-lagu nasional Indonesia di hadapan tamu kenegaraan.
Kiprah Raelene dan Reo kerap hadir dalam forum diplomatik dan konser lintas negara. Mereka juga terlibat dalam kegiatan budaya yang menampilkan karya komponis Indonesia Ananda Sukarlan.
Di balik jadwal latihan yang padat, keduanya tetap menjalani kehidupan remaja. Raelene gemar berolahraga. Reo tertarik pada pemrograman komputer. Keluarga menjadi fondasi penting dalam menjaga keseimbangan pendidikan dan karier musik.
Orang tua mereka, Reza Prama, menegaskan bahwa pencapaian anak-anaknya bukan semata soal trofi.
“Kami selalu menanamkan bahwa sebesar apa pun panggungnya, mereka tetap anak Indonesia. Prestasi itu penting, tetapi karakter dan kecintaan pada Tanah Air jauh lebih utama,” ujar Reza.
Menurutnya, akses pendidikan musik di Belanda memberi peluang besar. Meski begitu, nilai-nilai Indonesia tetap menjadi pegangan utama di rumah.
Reo Pramana, komposer muda dan mahasiswa Conservatorium van Amsterdam, tampil membawakan karya ciptaannya dalam konser musik klasik, Amsterdam, Belanda.
Prestasi Raelene dan Reo menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia di manapun berada. Dari Den Haag, mereka membuktikan kerja keras dan identitas kebangsaan bisa berjalan beriringan di panggung dunia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.




