Indonesia Pertahankan Gelar Juara Umum Panjat Tebing SEA Games 2025 meski Catatan Minor di Bouldering
Tim panjat tebing Indonesia berhasil mempertahankan gelar juara umum pada SEA Games 2025 yang berlangsung di Thailand, meskipun mengalami kesulitan pada nomor bouldering. Hasil ini menjadi perhatian penting dalam evaluasi pembinaan atlet nasional ke depan.
Pada hari terakhir kompetisi yang diadakan di Kompleks Rajamangala, Bangkok, Minggu (14/12/2025), atlet Indonesia tidak mampu bersaing di nomor bouldering. Di kategori putra, wakil Indonesia hanya menempati posisi kelima, sementara di kategori putri, posisi yang diraih adalah keenam dan ketujuh.
Hasil tersebut kontras dengan performa gemilang yang ditunjukkan oleh tim Merah Putih dua hari sebelumnya, di mana mereka berhasil menyapu bersih medali emas pada nomor lead dan speed, baik untuk kategori putra maupun putri. Keberhasilan di dua nomor ini menjadi penopang utama bagi raihan juara umum Indonesia.
Performa Bouldering Putra
Di babak kualifikasi bouldering putra, tiga atlet Indonesia tidak berhasil menembus delapan besar. Rizky Aditya menempati peringkat kesembilan dengan nilai 54,3, diikuti Bomantara Bintang Prayuda yang berada di posisi ke-11 dengan nilai 53,8, dan M. Ferza Fernanda Abdi di urutan ke-15 dengan nilai 19,6. Meskipun demikian, Rizky tetap tampil di final berkat aturan pembatasan jumlah atlet per negara.
Pada babak final, Rizky meraih 29,9 poin dan menempati posisi kelima, terpaut jauh dari atlet tuan rumah, Auswin Aueareechit, yang meraih medali emas dengan 84,5 poin. Medali perak diraih oleh Ardch Intrachupongse dari Thailand, sementara medali perunggu dimiliki oleh Wen Bin Luke Goh asal Singapura.
Performa Bouldering Putri
Di kategori bouldering putri, Nur Ismatul Sakdia dan Nabila Mayra berhasil lolos ke final dengan menempati posisi ketujuh dan kedelapan kualifikasi dengan masing-masing 59,7 dan 54,3 poin. Namun, di final, keduanya hanya mampu mengumpulkan 10,0 poin dan harus puas di urutan keenam dan ketujuh. Sementara itu, Nur Khalishah tidak berhasil melanjutkan ke final setelah tersisih di babak kualifikasi.
Dominasi tuan rumah sangat terlihat di sektor ini, di mana medali emas diraih oleh Natcha Supavorased dari Thailand dengan nilai 69,8, diikuti oleh Vanessa Si Yinn Teng dari Singapura dengan 59,8, serta Sofielle Prajati Dela Cruz asal Filipina yang meraih perunggu dengan nilai 44,8.




