Dedie Rachim: Satu Tahun Kepemimpinan, IPM Naik dan Kemiskinan Turun di Bogor

Comments
BOGOR-KITA.com, BOGOR – Memasuki satu tahun masa kepemimpinannya, Wali Kota Dedie A. Rachim menilai kinerja pembangunan di Bogor menunjukkan tren yang semakin membaik. Sejumlah indikator strategis disebut mengalami peningkatan, salah satunya Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Dedie menyampaikan bahwa perbaikan tidak hanya terlihat dari IPM, tetapi juga pada indikator ekonomi dan sosial lainnya, seperti inflasi, tingkat kemiskinan, hingga pengangguran. Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan arah pembangunan yang positif.
“Berbagai indikator menunjukkan perkembangan yang baik. IPM meningkat, inflasi bisa ditekan, kemiskinan menurun, begitu juga tingkat pengangguran. Ini menandakan adanya progres yang cukup signifikan,” ujar Dedie kepada wartawan, Jumat (20/2/2026).
Ia mengatakan, kenaikan IPM turut didukung oleh meningkatnya rata-rata lama sekolah masyarakat. Selain itu, tekanan inflasi yang lebih terkendali serta penurunan angka kemiskinan menjadi sinyal positif bagi kondisi sosial ekonomi Kota Bogor.
Baca juga Sidak Lapangan Sempur, Pemkot Bogor Kaji Relokasi Parkir Motor
Meski demikian, Dedie menegaskan bahwa capaian tersebut tidak boleh membuat jajaran pemerintah daerah berpuas diri. Ia meminta seluruh perangkat daerah tetap menjaga semangat kerja dan fokus pada program-program prioritas.
“Ini baru tahun pertama. Masih banyak rencana dan kegiatan yang akan kami dorong untuk mempercepat penurunan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan sektor sosial,” jelasnya.
Dedie juga menyinggung tantangan global, khususnya dinamika geopolitik dunia yang berpotensi berdampak pada perekonomian daerah. Untuk itu, ia menekankan pentingnya langkah antisipatif, terutama dalam menjaga ketahanan pangan lokal.
“Kota Bogor masih memiliki ketergantungan impor yang cukup tinggi. Karena itu, ketahanan pangan lokal harus terus diperkuat, sejalan dengan arahan Presiden,” ungkapnya.
Baca juga Besok Rapat Gabungan, Mampukah Menyelesaikan Masalah Angkot Modern?
Selain pangan, pembukaan lapangan kerja menjadi fokus utama pemerintah kota Bogor ke depan. Dedie menyebut, upaya peningkatan kesempatan kerja harus dibarengi dengan kemudahan perizinan agar iklim usaha semakin kondusif.
“Semua ini saling berkaitan. Karena itu kami menyatukan persepsi agar seluruh jajaran tetap solid dan berkomitmen mewujudkan Bogor yang lebih baik di masa mendatang,” tutupnya. [] Ricky
Tag kota bogor
Rekomendasi untuk anda

Inspektorat Kota Bogor Terapkan PKPT 2026 Berbasis Risiko, Perkuat Pengawasan OPD

Kota Bogor Raih Sertifikat Menuju Kota Bersih 2026, Ketua DPRD Adityawarman Adil: Ini Hasil Kolaborasi Nyata

Eliminasi TBC 2030 : Kota Bogor Perkuat Deteksi, Pengobatan dan Kolaborasi
Klik untuk berkomentar




