Catatan Komisi I DPR soal Pengiriman Pasukan TNI ke Gaza di Bawah Board of Peace
Jurnal Indonesia - Komisi I DPR RI memberikan catatan mengenai pengiriman pasukan TNI ke Gaza, Palestina, untuk mendukung misi Board of Peace, sebuah kerja sama multilateral yang digagas oleh Presiden AS Donald Trump. Anggota Komisi I DPR, Syamsu Rizal, menegaskan bahwa pengiriman pasukan tersebut hanya untuk misi kemanusiaan dan tidak akan terlibat dalam agenda Israel yang mengagresi wilayah Palestina.
Awal Kejadian
Syamsu Rizal menyampaikan bahwa pasukan TNI yang dikirim akan berfokus pada bantuan medis dan rehabilitasi, serta tidak akan terlibat dalam konflik. Ia menjelaskan bahwa satu brigade TNI telah menjalani pelatihan untuk menjadi bagian dari International Stabilization Force (ISF), namun penugasan harus memiliki batasan yang jelas.
Perkembangan
Menurut Rizal, Komisi I DPR telah mensyaratkan agar sebelum pengiriman, tugas dan wilayah operasi pasukan harus ditentukan dengan jelas. Indonesia terlibat dalam Board of Peace dan harus mendapatkan mandat dari PBB. Ia juga menekankan pentingnya netralitas pasukan TNI agar tidak terlibat dalam kepentingan pihak lain, sejalan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif.
Kondisi Terakhir
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat, Brigjen Donny Pramono, menyatakan bahwa militer telah menyiapkan 8.000 personel untuk dikirim ke Gaza, dengan rencana pengiriman dimulai pada April. Namun, keputusan akhir mengenai keberangkatan tetap menunggu keputusan pemerintah dan mekanisme internasional. Kementerian Luar Negeri Indonesia juga telah menegaskan bahwa pengiriman pasukan tidak untuk misi tempur dan tidak akan terlibat dalam operasi konfrontatif.




