Bali Jadi Model Transformasi Digital Pemerintah Berbasis AI
Jurnal Indonesia - DENPASAR, BALIPOST.com – Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, Luhut Binsar Panjaitan, menegaskan percepatan transformasi digital di lingkungan pemerintahan menjadi langkah strategis sekaligus penentu masa depan Indonesia.
Hal itu disampaikannya di sela-sela memimpin Rapat Koordinasi Perluasan Piloting Digitalisasi Bansos Berbasis DPI Wilayah VII di Gedung Kerta Sabha, Jalan Surapati 1 Denpasar, Kamis (26/2).
“Rapat ini menurut saya sangat penting karena menyangkut percepatan transformasi digital pemerintah. Sebelum Presiden ke Amerika minggu lalu, kami sempat lebih dari satu jam berbincang-bincang. Salah satu yang saya laporkan adalah progres government technology ini,” ujarnya.
Baca juga: Ramadhan, Kapolresta Sambangi Nelayan di Benoa
Menurut Luhut, pengembangan Government Technology (GovTech) sebenarnya bukan hal baru. Namun kini pendekatannya telah berkembang signifikan dengan integrasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
“Dulu kita sudah menjaga dan mengembangkan teknologi, hanya saja belum berbasis AI. Hari ini kita sudah berbasis AI. Semua proses terintegrasi sangat baik,” tegasnya.
Ia menyebut, transformasi digital berbasis AI akan menjadi game changer bagi tata kelola pemerintahan. Integrasi sistem memungkinkan proses administrasi lebih cepat, transparan, dan efisien.
Lebih lanjut, Luhut mengungkapkan saat ini terdapat sekitar 27 ribu aplikasi di lingkungan pemerintahan yang akan diintegrasikan menjadi satu sistem terpadu dalam Government Technology berbasis AI.
Baca juga: Menjual Pariwista Budaya, Kelangsungan Hidup Masyarakat Mesti Dijaga
Bali dipilih sebagai salah satu provinsi percontohan. Dengan delapan kabupaten dan satu kota, Bali dinilai representatif untuk implementasi sistem terintegrasi tersebut. Sebelumnya, Kabupaten Banyuwangi telah lebih dulu menjadi model uji coba.
Target nasional pun telah disiapkan. Luhut menyebut, peluncuran nasional ditargetkan pada Oktober tahun ini. Secara bertahap, pada April mendatang direncanakan uji coba di sekitar 200 kabupaten/kota, dengan harapan saat peluncuran nasional sudah ada sekitar 150–200 juta penduduk Indonesia yang memiliki Digital Single Identity.
Baca juga: Maling Spesialis Congkel Sadel Ditembak
Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan kesiapan daerah menindaklanjuti arahan tersebut. “Terima kasih, Bapak Menko Marves. Digitalisasi pemerintahan terutama untuk mengintegrasikan aplikasi-aplikasi di tingkat pemerintah supaya terkelola dengan baik. Itu akan kami tindaklanjuti dengan melakukan rapat koordinasi hari Sabtu ini. Saya kira segera tuntas di kabupaten/kota di Bali,” ujarnya usai rapat.
Percepatan transformasi digital pemerintah ini diharapkan mampu memperkuat pelayanan publik, meningkatkan efisiensi anggaran, serta memperkuat daya saing Indonesia di era ekonomi digital global. (Ketut Winata/balipost)
BAGIKAN
Facebook Twitter
tweet
BERITA TERKAIT DARI PENULIS
Bali
KEK Kura-kura Dikembangkan Jadi IFC, Akademisi Ingatkan Potensi Ketimpangan Sosial dan Kerusakan Lingkungan
Bali
Resmi Dilantik, Ini Susunan Kepengurusan KONI Bali 2026-2030 yang Dipimpin Giri Prasta
Bali
Giri Prasta Pimpin KONI Bali 2026-2030, Targetkan Bali Jadi Kekuatan Olahraga Nasional dan Pusat Sport Tourism
Gianyar
Tebing Setinggi 7 Meter Ambrol, Akses Jalan Tegallalang-Kedisan Tertutup Longsor
Bali
5 Berita Terpopuler: Dari Potensi Hujan hingga Gianyar Jadi Percontohan KTR Nasional
Bali
Berpotensi Hujan, Cek Prakiraan Cuaca Bali pada 15 Mei 2026
Hukum
Menko Yusril Sebut Pembubaran Nobar ‘Pesta Babi’ Bukan Arahan Pemerintah
Internasional
WHO Beri Update Kasus Hantavirus
Bali
5 Berita Terpopuler: Dari ARUKKI Laporkan BTID hingga Pasar Pasah Pemecutan Kebakaran
TINGGALKAN BALASAN
Login untuk meninggalkan komentar




