Ahmad Doli Kurnia Tandjung Terima Silaturahmi Pengurus BPL PB HMI
Sumber Foto: Smart Newsroom
Perspektif

Ahmad Doli Kurnia Tandjung Terima Silaturahmi Pengurus BPL PB HMI

Ahmad Doli Kurnia Tandjung Terima Silaturahmi Pengurus BPL PB HMI

Ahmad Doli Kurnia Tandjung, anggota DPR RI, menerima kunjungan silaturahmi dari Pengurus Badan Pengelola Latihan (BPL) Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) di Kompleks Parlemen, Senin (25/5/2026). Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat hubungan antara alumni dan pengurus HMI serta membahas pentingnya proses kaderisasi dalam organisasi.

Dalam dunia organisasi, khususnya di lingkungan HMI, perkaderan menjadi salah satu aspek fundamental yang harus dijaga. Ahmad Doli menegaskan bahwa proses kaderisasi memegang peranan penting dalam menjaga keberlanjutan ide, nilai, dan semangat perjuangan yang diusung oleh HMI. Hal ini menjadi sangat relevan di tengah tantangan yang dihadapi organisasi dalam mempertahankan eksistensi dan kontribusi terhadap umat dan bangsa.

Pada pertemuan tersebut, Ahmad Doli menyatakan, "Perkaderan harus tetap dijaga karena dari situlah lahir kader-kader yang memiliki kapasitas, integritas, dan komitmen untuk umat dan bangsa." Pernyataan ini menunjukkan komitmennya terhadap penguatan kualitas kader yang diharapkan dapat berkontribusi positif dalam pembangunan masyarakat. Selain itu, pengurus BPL PB HMI juga mengungkapkan rencana untuk mengadakan Training of Trainers (TOT) Instruktur sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas kader dan instruktur HMI di berbagai daerah.

Silaturahmi yang berlangsung dalam suasana hangat ini mencerminkan semangat kekeluargaan yang kuat di antara alumni dan pengurus HMI. Dengan adanya komunikasi yang baik dan kolaborasi antara berbagai pihak, diharapkan dapat terjalin sinergi yang lebih kuat dalam menjaga tradisi kaderisasi yang telah menjadi ciri khas HMI. Keterlibatan Ahmad Doli dalam kegiatan TOT yang akan datang juga diharapkan dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi para kader untuk terus berkontribusi.

Dalam konteks tersebut, upaya penguatan kaderisasi menjadi sangat penting untuk menjaga kesinambungan perjuangan HMI. Pertemuan ini bukan hanya sekadar formalitas, tetapi sebuah langkah nyata untuk memperkuat jaringan dan kolaborasi antar generasi. Bagaimana kita dapat memastikan bahwa proses kaderisasi ini tetap relevan dan efektif untuk menghadapi tantangan zaman yang terus berubah?