TPID Kaltim Terapkan Strategi 4K Untuk Stabilkan Harga Pangan
SAMARINDA – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalimantan Timur terus memperkuat langkah pengendalian harga selama Maret 2026 melalui berbagai intervensi langsung di lapangan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Jajang Hermawan, mengungkapkan TPID mengandalkan strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
“Sinergi TPID terus diperkuat melalui berbagai kegiatan, termasuk operasi pasar dan gerakan pangan murah untuk menjaga stabilitas harga,” jelasnya Rabu (1/4/2026).
Sepanjang Maret 2026, tercatat sebanyak 83 kegiatan pengendalian telah dilaksanakan di berbagai daerah. Kegiatan ini meliputi operasi pasar, gerakan pangan murah, hingga intervensi distribusi.
Kota Samarinda menjadi wilayah dengan kegiatan terbanyak, yakni 33 kali. Disusul Kabupaten Kutai Kartanegara 16 kali, Kutai Barat 14 kali, Kota Bontang 8 kali, serta Mahakam Ulu dan Berau masing-masing 6 kali.
Selain intervensi langsung, TPID juga memperkuat koordinasi melalui rapat rutin dan High Level Meeting guna merespons dinamika harga selama periode HBKN.
Upaya ini dinilai penting mengingat meningkatnya permintaan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri berpotensi memicu lonjakan harga, terutama pada komoditas pangan.




