Tirta Asasta Depok Raih Golden Trophy sebagai BUMD Air Modern Berkelanjutan
Sumber Foto: TopBusiness.id
Teknologi

Tirta Asasta Depok Raih Golden Trophy sebagai BUMD Air Modern Berkelanjutan

Jakarta, TopBusiness – PT Tirta Asasta Depok (Perseroda) menegaskan komitmennya untuk terus bertransformasi menjadi BUMD air minum yang modern, profesional, dan berkelanjutan.

Dalam paparan pada ajang TOP BUMD Awards 2026, Direktur Utama PT Tirta Asasta Depok, M. Olik Abdul Holik, membeberkan arah transformasi perusahaan yang menitikberatkan pada keseimbangan antara kinerja bisnis dan pelayanan publik. Juga memaparkan capaian kinerja bisnis, inovasi digital, serta penguatan tata kelola yang mendorong peningkatan layanan kepada masyarakat.

Selain itu, disebut Olik, Tirta Asasta juga terus konsisten memperkuat transformasi layanan air minum sebagai bagian dari komitmen pembangunan berkelanjutan di Kota Depok. Alhasil, konsistensi tersebut tercermin dari capaian Bintang 5 atau level tertinggi dalam TOP BUMD Awards selama dua tahun berturut-turut, yakni 2024 dan 2025.

Dan dari presentasi tersebut, kiprah Tirta Asasta selama ini juga layak meraih Bintang 5. Artinya, jika Kembali Bintang 5, Tirta Asasta Depok sudah sah mendulang Golden Trophy.

“Tema terkait transformasi di PT Tirta Asasta Depok yang insya Allah akan terus kita gulirkan bahwa perusahaan ini akan terus berkembang, akan terus bertransformasi menuju perusahaan yang lebih baik dan lebih maju lagi,” ujar Olik di depan dewan juri.

Kata dia, transformasi yang dilakukan perusahaan tidak hanya berorientasi pada kinerja keuangan, tetapi juga pada kualitas pelayanan publik. “Transformasi layanan air minum yang kami lakukan diarahkan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat Kota Depok,” tandasnya.

Menurutnya, orientasi usaha perusahaan tidak semata-mata komersial, melainkan mengedepankan keseimbangan fungsi bisnis dan sosial.

“Orientasi usaha kita adalah 50% laba dan 50% publik sebagaimana amanat dari peraturan perundang-undangan,” tegasnya.

Kinerja Kian Membanggakan

Olik menyampaikan, kinerja perusahaan menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Nilai kinerja meningkat dari 4,13 menjadi 4,24 (audited), dan diharapkan terus naik.

“Alhamdulillah secara kinerja kita naik terus dari 4,13 menjadi 4,24 yang sudah audit dan insya Allah mudah-mudahan naik lagi,” ujarnya.

Berdasarkan penilaian tahun buku 2023, Tirta Asasta Depok menempati peringkat 4 di Jawa Barat, peringkat 10 wilayah Pulau Jawa, dan peringkat 12 nasional.

Dari sisi bisnis, perusahaan disebut telah melampaui rencana bisnis yang ditetapkan. “Secara bisnis kita insya Allah sudah melebihi dari rencana bisnis kita,” kata Olik.

BACA JUGA: Kinerja Tumbuh Double Digit, BPR Surya Artha Utama Sukses Salurkan Kredit yang Inovatif dan Andalkan Suroboyo Pay

Laba perusahaan dalam periode 2023–2025 disebut telah mencapai sekitar Rp97 miliar, dengan pendapatan mendekati Rp700 miliar. Tingkat kehilangan air (Non-Revenue Water/NRW) berhasil ditekan menjadi 23,96%.

Dengan rincian, laba tahun 2023 sebesar Rp25,09 miliar, kemudian meningkat di tahun 2024 sebesar Rp33,51 miliar. Dan Kembali melonjak di tahun 20025 lalu yang mencapai Rp39,08 miliar (unaudited).

Denga total pendapatan dalam tiga tahun itu adalah sebesar, Rp225,99 miliar (2023), Rp243,53 miliar (2024), dan menjadi Rp257,06 miliar (unaudited) sebagai pendapatan perseroan di tahun 2025 lalu.

Inovasi ZAMP

Salah satu terobosan utama yang dipaparkan adalah pengembangan Zona Air Minum Prima (ZAMP) di kawasan perumahan Cimanggis Golf Estate.

“Ini kemarin baru kita resmikan. Jadi satu-satunya mungkin di Indonesia zona air minum yang sumbernya adalah dari air permukaan,” jelasnya, bangga.

Olik menegaskan, seluruh sumber air baku perusahaan berasal dari air permukaan, bukan dari sumur dalam. Sumber utama berasal dari Sungai Ciliwung.

“Sumber air kita adalah semua sumber air permukaan, tidak ada sumur dalam. Itu adalah salah satu komitmen kami untuk menjaga supaya air tanah ini tetap terjaga untuk generasi berikutnya, untuk anak cucu kita,” tegasnya untuk mentakan komitmen perusahaa terhadap keberlanjutan.

Ia menambahkan, pemanfaatan air permukaan juga menjadi strategi agar sumber daya air tidak seluruhnya mengalir ke Jakarta, melainkan dimanfaatkan untuk warga Depok.

“Sehingga kita mengambil air itu dari air permukaan terbesar yaitu dari Ciliwung. Jadi sebagian kita ambil, kita manfaatkan untuk warga Depok untuk air bersih dan air minum,” tandas dia.

Di kawasan ZAMP, air disebut sudah bisa langsung diminum dari keran rumah warga. “Di rumah-rumah warga sudah bisa diminum langsung seperti di luar negeri,” ujarnya.

Siapkan Big Data

Terkait dengan inovasi tersebut, Tirta Asasta juga mengusung aspek digitalisasi operasional dalam transformasi Perusahaan. Bahkan saat ini, Tirta Asasta Depok telah memiliki 44 aplikasi pendukung sistem manajemen.

“Ada kurang lebih 44 aplikasi dan insya Allah tahun ini kita akan membuat big data jadi satu data untuk semua yang ada di PT Tirta Asasta Depok sehingga memudahkan manajemen dalam melakukan keputusan,” cerita Olik.

BACA JUGA: Inovasi Digital dan Penguatan UMKM Dongkrak Kinerja Jamkrida Riau

Salah satu sistem yang dikembangkan adalah Smart Tera untuk mendeteksi kebocoran jaringan. “Untuk mengecek kebocoran dilakukan oleh bagian distribusi dan di lapangan,” jelasnya.

Perusahaan juga menghadirkan SMARTERA (AI Leak Detection), sistem berbasis kecerdasan buatan untuk mendeteksi kebocoran jaringan secara lebih cepat dan akurat.

“Pemanfaatan teknologi digital seperti AI Leak Detection membantu kami menekan NRW dan meningkatkan efisiensi operasional,” katanya.

Perusahaan juga mengembangkan sistem monitoring proyek untuk mengontrol progres konstruksi secara real time.

“Ini untuk project monitoring dan kontrol sehingga kita bisa melakukan kontrol konstruksi yang sedang dibangun sudah sampai berapa persen.”

Selain itu, perusahaan mengembangkan aplikasi layanan pelanggan yang dapat diakses melalui Google Play. Pelanggan yang aktif menggunakan aplikasi dan membayar tagihan akan mendapatkan poin yang dapat ditukar.

“Setiap masyarakat yang akses dan menggunakan itu mereka mendapatkan poin, termasuk juga pelanggan yang bayar dapat poin, dan rencananya tahun ini akan bisa digunakan untuk belanja,” ujarnya.

Penguatan SDM dan Tata Kelola

Dalam mengelola bisnis airnya, Tirta Asasta Depok juga mengembangkan sumber daya manusia (SDM). Dalam hal ini, Tirta Asasta menerapkan sistem penilaian berbasis target kinerja.

“Untuk SDM level manajer sudah tidak lagi pakai absen. Penilaiannya berdasarkan target kinerja 75% dan penilaian atasan 25%,” ujarnya.

Sepanjang 2025, tercatat 96 pelatihan dengan total partisipasi 1.710 pegawai. Sebanyak 75 pegawai juga telah tersertifikasi BNSP. Selain itu, perusahaan menyediakan program beasiswa bagi pegawai aspirasi dan afiliasi.

Sistem Informasi Kepegawaian (SIMPEG) juga terus dikembangkan untuk mendukung pengelolaan SDM yang lebih efektif.

Dalam aspek tata kelola, hasil self-assessment penerapan Good Corporate Governance (GCG) tahun 2024 menunjukkan predikat “Cukup Baik” dengan skor 70,65%.

Juga dalam hal ini, Perusahaan menerapkan reward and punishment yang terukur. Untuk reward, karyawan akan menerima tunjangan ibadah umroh bagi yang muslim, logam mulia, dan tantiem. Adapun untuk punishment-nya akan ada pengurangan tunjangan kinerja dan diberlakukan SP 1 hingga SP 3.

Dari sisi tata kelola, nilai Good Corporate Governance (GCG) pada 2024 mencapai 70,6 dan ditargetkan meningkat menjadi minimal 80 setelah audit BPKP. “Ini adalah komitmen dari direksi, komisaris, dan semua karyawan. Setiap awal tahun membuat pakta integritas,” tegas Olik.

BACA JUGA: Tata Kelola dan Inovasi Jadi Kunci Perumdam Tirta Merapi Klaten Menjadi BUMD Air Minum yang Sehat, Adaptif, dan Berkelanjutan

Perusahaan juga telah mengantongi sejumlah sertifikasi ISO, termasuk ISO 37001 terkait sistem manajemen anti penyuapan. Juga ada mengantongi sertifikasi ISO 9001, ISO 14001, ISO 45001, dan ISO 17025.

“Penguatan tata kelola dan manajemen risiko menjadi prioritas agar perusahaan tetap sehat dan berkelanjutan,” tandas Olik.

Fokus pada Kepuasan Pelanggan

Dalam hal pelayanan, perusahaan menetapkan standar waktu respons yang ketat. “Salah satu kriteria kita adalah kalau untuk respons ke pelanggan maksimal satu jam, kemudian selesai permasalahan di lapangan kurang lebih 12 jam untuk hal yang ringan, dan yang berat maksimal 24 jam,” terang dia.

Indeks kepuasan pelanggan pada 2025 disebut mencapai 90,05% berdasarkan survei konsultan independen.

Selain itu, perusahaan menjalankan program “Pelanggan Hampir Putus” (PHP) untuk menjaga keberlanjutan pelanggan.

“Kita beberapa pelanggan yang hampir putus kita datangi, kendalanya apa dalam membayar, nanti kita berikan solusi supaya mereka tetap menjadi pelanggan kita,” cerita Olik.

Digitalisasi juga diperkuat melalui aplikasi layanan pelanggan ASASTAKU, yang mempermudah akses layanan secara daring. “Digitalisasi operasional dan layanan menjadi fondasi kami dalam membangun perusahaan yang modern, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan pelanggan,” jelas dia.

Adapun untuk survey kepuasan pelanggan yang sudah dijalankannya konsisten dalam angka tinggi. Berturut-turut daru tahun 2022 (73,20), 2023 (73,20), kemudian melonjak di tahun 2024 hingga 92,50. Dan turun tipis di 2025 di angka 90,05.

Komitmen Berkelanjutan

Bagi M. Olik Abdul Holik, transformasi yang dilakukan perusahaan bukanlah proses instan, melainkan upaya berkelanjutan yang terintegrasi dari sisi operasional, keuangan, hingga tata kelola.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan cakupan pelayanan, kualitas air, efisiensi operasional, serta memperkuat digitalisasi demi menghadirkan layanan air minum yang andal bagi Masyarakat,” katanya.

Dengan pertumbuhan laba yang solid, penurunan NRW, inovasi berbasis teknologi, serta penguatan tata kelola, PT Tirta Asasta Depok menegaskan posisinya sebagai BUMD air minum yang kompetitif dan adaptif dalam mendukung pembangunan Kota Depok secara berkelanjutan.

Tags: PT Tirta Asasta Depok TOP BUMD Awards 2026

Previous Post

Laba Tumbuh, Bank Kota Bogor Siapkan Strategi Ekspansi Kredit Produktif

Next Post

Jumat, IHSG Dibuka Menguat ke Posisi 8.300,22

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment

Name *

Email *

Website