Tiga Prinsip Utama Program Sekolah Rakyat untuk Masyarakat Kurang Mampu
Oleh
Ukuran Font
Kecil Besar
SAMARINDA — Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf mengungkapkan, terdapat tiga kunci utama dalam memahami esensi Sekolah Rakyat, sebuah program prioritas nasional yang dirancang untuk memberikan kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat tidak sekedar menjadi sarana pendidikan alternatif, tetapi juga bagian dari gerakan sosial untuk memulihkan dan memuliakan mereka yang selama ini belum terjangkau pembangunan.
Warga Masih Salah Paham, Sekolah Rakyat Samarinda Bukan Beasiswa Sekolah Umum 01/07/2025
“Pertama, Sekolah Rakyat hadir untuk memulihkan mereka yang belum beruntung, mereka yang belum terbawa dalam proses pembangunan,” ujarnya saat Dialog Kesejahteraan Sosial dan Sekolah Rakyat di Gedung BPMP di Jalan Cipto Mangun Kusumo, Sungai Keledang, Samarinda Seberang, Kalimantan Timur, Samarinda, Selasa (7/10/2025).
Kedua, lanjutnya, program ini juga berfungsi untuk memulihkan keluarga agar dapat bangkit dari kesulitan sosial dan ekonomi.
“Kita ingin keluarga-keluarga yang belum beruntung bisa bangkit dan mendapatkan kembali harapan. Mereka harus kita dengarkan suaranya, karena selama ini banyak yang terabaikan,” jelasnya.
Sekolah Rakyat Siap Hadir di Samarinda, Lokasi Ditentukan di Palaran 18/04/2025
Sementara kunci ketiga, menurut Mensos, adalah memuliakan kaum dhuafa sebagai bentuk keadilan sosial yang menjadi nilai dasar dalam setiap kebijakan pemerintah.
“Memuliakan kaum dhuafa adalah inti dari keberpihakan negara. Sekolah Rakyat menjadi salah satu wujud nyata dari upaya itu,” tegas Saifullah Yusuf.
Ia menambahkan, dengan tiga prinsip tersebut, Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjadi ruang pemulihan sosial sekaligus wadah pemberdayaan yang menumbuhkan rasa percaya diri dan kemandirian bagi masyarakat kurang mampu.
Sekolah Rakyat Jadi Solusi Pemerintah Atasi Anak Putus Sekolah 07/10/2025
“Pendidikan adalah jalan utama untuk keluar dari kemiskinan. Karena itu, negara hadir memastikan tak ada anak yang tertinggal,” pungkasnya.
Foto: Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf saat Dialog Kesejahteraan Sosial dan Sekolah Rakyat di Gedung BPMP di Jalan Cipto Mangun Kusumo, Sungai Keledang, Samarinda Seberang, Kalimantan Timur, Samarinda, Selasa (7/10/2025).(jalia/jurnalborneo)
Topik
Mensos Menteri Sosial Republik Indonesia Sekolah Rakyat
Tim Redaksi




