Pemeriksaan Rutin bagi Ibu Hamil Penting Cegah Stunting
Sumber Foto: Jurnal Borneo
Jurnal Utama

Pemeriksaan Rutin bagi Ibu Hamil Penting Cegah Stunting

SAMARINDA – Pemeriksaan rutin ibu hamil dan pemantauan tumbuh kembang balita masih menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan stunting di Samarinda. Hal ini mengemuka dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Samarinda melalui program Gerakan Edukasi, Motivasi, dan Pengasuhan Responsif (GEMPAR) 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Dokter Spesialis Kandungan dan Konsultan Obstetri Sosial, dr. Erwin Ginting, SpOG (K), mengingatkan masih banyak ibu hamil yang hanya memeriksakan diri di awal kehamilan lalu kembali saat menjelang persalinan.

“Padahal di antara rentang waktu itu banyak hal yang bisa dicegah bila terdeteksi lebih awal,” jelasnya usai melakukan pemeriksaan 25 pasien yang merupakan peserta dari Gempar, Selasa (23/9/2025).

Ia menekankan pemeriksaan kehamilan ideal dilakukan minimal enam kali selama masa kehamilan untuk memastikan kondisi ibu dan janin tetap sehat.

“Risiko seperti tekanan darah tinggi, anemia, atau gangguan pertumbuhan janin bisa cepat ditangani bila diketahui sejak dini,” terangnya.

Sementara itu, Dokter Spesialis Anak, Diane Meytha Supit, Sp.A(K), mengungkapkan masih ditemui kasus gangguan nutrisi, keterlambatan bicara, hingga stunting pada anak usia nol sampai dua tahun.

“Banyak orang tua yang belum memahami cara memberi makan anak sesuai usia. Pola makan yang salah berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak,” kata Diane yang juga sebagai Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Kalimantan Timur.

Menurutnya, stunting yang terjadi di 1000 HPK bisa menurunkan IQ anak hingga 20 poin dan sulit diperbaiki.

“Kalau sejak awal tidak dicegah, dampaknya bukan hanya pada tinggi badan, tapi juga kecerdasan dan produktivitas anak saat dewasa nanti,” tegasnya.