Panduan Sahur Sehat untuk Turunkan Berat Badan Saat Ramadan
Jurnal Indonesia - Ringkasan Berita:
Banyak orang memanfaatkan bulan Ramadan untuk menjalani pola hidup lebih sehat, salah satunya dengan menu runkan berat badan.
dr Santi menjelaskan bahwa kunci sahur sehat terletak pada komposisi makan an yang seimbang dalam satu piring agar tubuh tetap mendapatkan energi selama berpuasa tanpa memicu lonjakan gula darah.
Komposisi makan an yang seimbang membantu tubuh tetap bertenaga selama puasa dan mencegah konsumsi makan an berlebihan.
TribunGayo.com - Selama Ramadan, banyak orang memanfaatkan waktu puasa untuk memperbaiki pola makan dan mencoba menurunkan berat badan.
Namun, tujuan tersebut bisa sulit tercapai jika menu sahur tidak diperhatikan dengan baik.
Pola makan yang tidak seimbang justru berpotensi membuat berat badan bertambah.
Pembagian Porsi Makanan Seimbang
Dokter dari Medical Center Kompas Gramedia yang juga menjabat sebagai Health Management Specialist Corporate HR, dr Santi, menekankan pentingnya memperhatikan keseimbangan gizi saat sahur.
Ia menjelaskan bahwa tubuh membutuhkan kombinasi nutrisi yang tepat agar tetap bertenaga sepanjang hari saat menjalani puasa.
Menurutnya, salah satu cara sederhana yang bisa diterapkan adalah dengan mengatur porsi makan an di dalam satu piring.
Piring makan dapat dibagi menjadi dua bagian utama.
Bagian pertama berisi sumber energi, sedangkan bagian lainnya diisi dengan sayur dan buah.
Kemudian setengah bagian kiri piring dibagi lagi menjadi dua bagian, yaitu dua pertiga karbohidrat dan sepertiga protein.
Sementara setengah bagian kanan piring terdiri dari dua pertiga sayur dan sepertiga buah.
Dengan komposisi ini, tubuh tetap mendapatkan energi yang cukup untuk beraktivitas selama puasa tanpa berlebihan.
Namun, jika seseorang mengonsumsi karbohidrat terlalu banyak, dampaknya bisa cukup besar bagi kesehatan.
“Kalau masing komposisinya mengikuti itu masih oke. Tapi kalau berlebih-lebihan maka resikonya nanti gula darahnya bisa naik. Berat badannya bisa naik. Triglyceridnya bisa naik," kata dr Santi.
Menurut dr Santi, kenaikan berat badan akibat pola makan yang tidak seimbang dapat meningkatkan berbagai risiko penyakit.
Orang yang mengalami kelebihan berat badan memiliki kemungkinan lebih tinggi terkena penyakit metabolik.




