Masjid dan Warisan Sejarah Islam Indonesia: Refleksi Perjalanan dari Turki
Sumber Foto: Islami[dot]co
Catatan Indonesia

Masjid dan Warisan Sejarah Islam Indonesia: Refleksi Perjalanan dari Turki

Jurnal Indonesia - Peletakan batu pertama Masjid Istiqlal oleh Sukarno menandai ambisi untuk menempatkan Islam Indonesia dalam posisi sentral di kancah politik internasional. Dengan desain kubah besar yang monumental, Masjid Istiqlal bukan hanya simbol arsitektur, tetapi juga mencerminkan keinginan untuk menegaskan posisi Islam Indonesia pascakemerdekaan.

Awal Kejadian

Sukarno menginginkan masjid ini sebagai monumen nasional yang berbicara dalam bahasa modernitas dan universalitas Islam, mengacu pada kemegahan masjid-masjid besar di dunia Islam seperti yang ada di Turki, India, Mesir, dan Syria. Pemilihan kubah besar, berbeda dengan gaya masjid tradisional Jawa, serta penggunaan nama Istiqlal yang berarti kemerdekaan, menunjukkan visi Sukarno terhadap Islam Indonesia.

Perkembangan

Kunjungan ke Turki menunjukkan bagaimana negara tersebut mengelola warisan sejarah sebagai bagian dari identitas nasional dan penopang ekonomi melalui pariwisata. Situs-situs Islam di Turki, seperti masjid, keraton, dan kompleks keagamaan, dirawat dengan baik dan terintegrasi dalam sistem transportasi publik. Kebersihan dan aksesibilitas memudahkan wisatawan dalam berkunjung, sekaligus memberikan pengalaman edukatif.

Pengalaman berkunjung ke Masjid Ulu Cami di Bursa mengingatkan pada Masjid Agung Demak di Indonesia, dimana kedekatan antara masjid dan makam tokoh bersejarah menciptakan ruang sakral yang menggabungkan kekuasaan politik dan agama. Masjid Ulu Cami, yang dibangun pada akhir abad ke-14, dikenal sebagai salah satu karya monumental awal Dinasti Utsmani.

Kisah-kisah lokal di seputar masjid, termasuk klaim kesakralan Masjid Ulu Cami sebagai yang kelima setelah masjid-masjid suci lain, mencerminkan bagaimana masyarakat memaknai keberislaman mereka. Narasi ini menunjukkan pentingnya penggambaran warisan budaya dalam konteks lokal yang dapat memperkaya pengalaman keislaman di Indonesia.

Kondisi Terakhir

Refleksi para pengkaji Islam Indonesia menggarisbawahi perlunya Islam Indonesia untuk lebih aktif dalam percakapan global. Pengelolaan warisan sejarah dan pariwisata Islam di Indonesia, termasuk pengembangan fasilitas pendukung, dapat menjadi prioritas untuk memperkenalkan sejarah Islam dunia. Dengan memanfaatkan sumber daya manusia yang ada, kontribusi nyata umat Islam Indonesia di kancah global, seperti menjadi imam di luar negeri, juga dapat meningkatkan kehadiran Islam Indonesia di tingkat internasional.