Kalimantan Timur Siap Jadi Penyangga Pangan IKN di Tengah Kenaikan Permintaan
Sumber Foto: Jurnal Borneo
Jurnal Utama

Kalimantan Timur Siap Jadi Penyangga Pangan IKN di Tengah Kenaikan Permintaan

SAMARINDA – Kebutuhan pangan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) diproyeksikan meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi. Namun, kemampuan produksi internal di kawasan tersebut masih terbatas, sehingga Kalimantan Timur disiapkan sebagai daerah penyangga utama.

Kabid Perbibitan, Pakan, dan Produksi Peternakan DPKH Kaltim, Ihyan Nizam, mengatakan IKN saat ini belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan pangannya secara mandiri.

“IKN baru mampu penuhi sekitar 30 persen kebutuhan,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

Menurutnya, kekurangan pasokan akan dipenuhi dari daerah penyangga di dalam Kalimantan Timur, seperti Kutai Kartanegara, Paser, dan Balikpapan, serta dari luar daerah seperti Kalimantan Selatan dan Sulawesi.

“Sisanya dipasok dari daerah penyangga dan luar Kaltim,” katanya.

Ia menjelaskan, peningkatan kebutuhan tidak hanya terjadi pada daging sapi, tetapi juga pada komoditas unggas seperti ayam dan telur yang menjadi konsumsi utama masyarakat.

“Permintaan ayam dan telur diperkirakan meningkat cukup signifikan,” ucapnya.

Di sisi lain, Kalimantan Timur masih menghadapi keterbatasan produksi, terutama untuk komoditas telur. Saat ini, pasokan telur di daerah tersebut masih belum mencukupi kebutuhan.

“Defisit telur kita masih sekitar 40 persen,” jelasnya.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, pemerintah pusat mulai mendorong masuknya investasi di sektor peternakan, khususnya ayam petelur, dengan sistem terintegrasi dari hulu hingga hilir.

“Investasi difokuskan pada peternakan ayam petelur terintegrasi,” katanya.

Rencana pengembangan ini akan dilakukan di sejumlah wilayah strategis, seperti Kabupaten Paser, Kutai Kartanegara, dan Kota Balikpapan. Secara keseluruhan, terdapat sekitar 11 unit pengembangan yang disiapkan untuk meningkatkan kapasitas produksi.

“Ada sebelas unit pengembangan yang dirancang,” ujarnya.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat produksi lokal, mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah, serta mendukung kesiapan Kalimantan Timur sebagai daerah penyangga pangan bagi IKN.