Gubernur Kalbar Fokus Penanganan Kesehatan Pasca Banjir Rob
Ukuran Font
Kecil Besar
PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengambil langkah cepat menyikapi meluasnya banjir rob yang melanda sejumlah wilayah di Kota Pontianak, Kalbar, Selasa (9/12/2025).
Gubernur Kalbar Ria Norsan turun langsung meninjau dua kawasan dengan genangan paling parah, yakni Jeruju dan Tambelan Sampit, untuk memastikan keselamatan warga serta ketersediaan layanan kesehatan.
Curah Hujan Kalbar Diprediksi Menurun Hingga Awal Februari, Waspadai Potensi Karhutla 14/01/2026
Fenomena banjir rob kali ini dipicu naiknya permukaan air sungai akibat pasang laut dan cuaca ekstrem. Meski air mulai surut, Gubernur menegaskan bahwa ancaman penyakit pasca banjir harus diwaspadai.
“Kondisi cuaca ekstrem menuntut kita bertindak ekstra cepat. Walaupun air mulai surut, kami tetap fokus pada risiko kesehatan yang mungkin muncul,” ungkapnya.
Pemerintah Provinsi Kalbar telah mengerahkan tim kesehatan untuk membuka posko medis di lokasi banjir. Langkah ini dilakukan guna mencegah lonjakan penyakit seperti diare, gatal-gatal, infeksi kulit, dan gangguan kesehatan lain yang rentan muncul di lingkungan banjir.
Aksi Maling Daging Ayam Terekam CCTV, Seorang Wanita Ditangkap di Pontianak 03/04/2026
“Kita ingin memastikan warga mendapatkan bantuan pengobatan jika diperlukan. Tim medis sudah disiapkan,” tegasnya.
Sejauh ini, 21 warga dievakuasi ke tempat lebih aman, seperti Kantor Camat Pontianak Barat dan Masjid Al-Amin. Seluruh pengungsi mendapatkan perlindungan, makanan, dan kebutuhan dasar lainnya.
Distribusi bantuan logistik seperti sembako, mie instan, dan selimut dilakukan secara terkoordinasi untuk menjaga ketahanan pangan dan kesehatan warga selama banjir.
Deteksi Dini Gangguan Pendengaran pada Bayi, RSUD RAPB Tangani Kasus Berisiko Tinggi 03/11/2025
Gubernur juga memastikan bahwa bantuan pemerintah tidak hanya sebatas kebutuhan darurat. Termasuk dukungan anggaran pendidikan agar aktivitas belajar warga terdampak dapat tetap berlangsung.
Ria Norsan berharap warga tetap waspada namun tidak panik, karena penanganan terpadu tengah berjalan dengan baik.
“Harapan kami, masyarakat bisa melewati masa sulit ini dengan kondisi prima. Pemerintah akan melakukan segala upaya agar kehidupan mereka kembali normal secepat mungkin,” tutupnya.*




