Geopolitik Teluk Persia Guncang Pasar Global
Sumber Foto: XTB.com
Ekonomi

Geopolitik Teluk Persia Guncang Pasar Global

Jurnal Indonesia - Geopolitik di Teluk Persia mengalami ketegangan setelah Presiden Donald Trump mengumumkan berakhirnya gencatan senjata dengan Iran, yang langsung memicu gejolak di pasar. Dalam pernyataannya di KTT NATO di Ankara, Trump menyebut kesepakatan sebelumnya sebagai "pembuang waktu" dan menilai otoritas Iran sebagai "pembohong."

Awal Kejadian

Serangan balasan besar-besaran oleh pasukan AS menyasar lebih dari 80 target di Iran, termasuk sistem pertahanan udara, sebagai respons terhadap serangan terhadap kapal komersial di Selat Hormuz. Laporan menyebutkan bahwa serangan ini dilakukan setelah kapal-kapal dagang diserang, yang dinilai sebagai pelanggaran jelas terhadap gencatan senjata.

Perkembangan

Iran dituduh melanggar ketentuan nota kesepahaman sementara yang disepakati bulan lalu, yang menjamin keamanan lewatnya kapal sebagai imbalan penangguhan sanksi AS. Serangan Iran melibatkan setidaknya tiga unit komersial, termasuk kapal tanker gas alam cair. Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan baru yang menargetkan lokasi di Bahrain dan Kuwait.

AS kemudian mengembalikan sanksi perdagangan minyak terhadap Iran secara global dan mencabut lisensi yang sebelumnya memungkinkan penjualan minyak Iran. Dalam konferensi pers, Trump juga menyebutkan potensi serangan udara tambahan terhadap Iran, meskipun ia tidak memperkirakan perang skala penuh akan terjadi.

Kondisi Terakhir

Harga minyak mencatat kenaikan tajam, dengan Brent menguji level USD 80 per barel, sementara WTI naik hingga USD 75 per barel. Pasar ekuitas global mengalami penurunan, dengan arus modal keluar dari aset berisiko di bursa New York, London, dan Tokyo. Kekhawatiran inflasi kembali meningkat akibat lonjakan harga minyak, yang turut mempengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter di AS.