Generasi Z Menapaki Jejak Spiritual di Tanah Suci
MAKKAH, MUI.OR.ID — Di tengah keramaian ratusan ribu jamaah haji Indonesia yang melaksanakan puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), terlihat wajah-wajah muda yang penuh semangat. Mereka adalah generasi Z, yang tengah menjalani perjalanan spiritual di Tanah Suci. Bagi mereka, ibadah haji bukan sekadar kewajiban agama, melainkan juga sebuah perjalanan jiwa yang sarat makna dan harapan.
Empat jamaah muda dari kloter JKG27 berbagi pengalaman spiritual mereka dengan antusias. Arif Sami Maulana (21 tahun), Harum Sari (26 tahun), Juariah (29 tahun), dan Residian (27 tahun) menyampaikan cerita mereka dengan mata berbinar dan senyum ceria.
“Sebagai Gen-Z, kita merasa melaksanakan ibadah haji adalah perjalanan spiritual yang luar biasa. Karena kita masih muda, fisik juga masih kuat, jadi kita jalani dengan bahagia,” ungkap Arif, sambil menyampaikan apresiasi atas fasilitas pelayanan yang disediakan pemerintah.
Namun di balik keceriaan tersebut, terdapat cerita panjang penantian. Juariah mengaku telah menunggu selama 13 tahun untuk menunaikan ibadah haji. “Saya seharusnya menunggu selama 10 tahun, tetapi ternyata menjadi 13 tahun. Sekarang, akhirnya berada di bumi Arafah yang suci ini, saya sangat bahagia,” katanya, dengan senyuman haru saat ditemui di Maktab 63 Arafah.
Sementara itu, Harum menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam haji tahun ini adalah sebuah takdir yang penuh kejutan. Ia menggantikan ayahnya yang sedang sakit. “Pengalaman ini tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Kesempatan berhaji di usia muda ini sangat patut disyukuri,” ujarnya. Harum berharap lebih banyak anak muda dapat merasakan pengalaman yang sama dan menjalani perjalanan spiritual yang berarti di Tanah Suci.




