Tiga Syarat Keberhasilan 'State Capitalism'
Jurnal Indonesia - Diskusi mengenai arah ekonomi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mengarah pada konsep state capitalism, yang berpotensi menghadirkan kemandirian namun berisiko menjadi kapitalisme kroni jika tidak disertai tata kelola yang baik.
Awal Kejadian
Pada sarasehan yang diadakan di Universitas Paramadina, pembicara Wijayanto Samirin, seorang ekonom berpengalaman, mengemukakan pandangannya tentang state capitalism. Konsep ini mengedepankan peran aktif negara dalam perekonomian, berbeda dengan kapitalisme Barat yang lebih mengedepankan kepemilikan privat dan pasar bebas.
Perkembangan
State capitalism menempatkan negara sebagai pengendali sektor strategis dan pemilik perusahaan besar, serta mengarahkan investasi untuk mencapai tujuan nasional. Pembentukan Danantara sebagai Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara adalah contoh konkret bagaimana negara berusaha mengoptimalkan aset BUMN dan menarik investasi untuk transformasi ekonomi.
Namun, tantangan yang dihadapi mencakup keterbatasan teknologi domestik, ketergantungan pada investasi asing, serta ekosistem industri yang belum matang. Program ketahanan pangan dan swasembada juga menunjukkan dominasi negara, meskipun Indonesia masih mengimpor sejumlah komoditas utama.
Kondisi Terakhir
Wijayanto menggarisbawahi tiga syarat keberhasilan state capitalism: kualitas kebijakan publik berbasis data, birokrasi yang profesional, dan tingkat korupsi yang rendah. Tanpa hal tersebut, state capitalism berisiko bertransformasi menjadi kapitalisme kroni, di mana kekuasaan ekonomi hanya dinikmati segelintir orang. Keberhasilan sistem ini bergantung pada integritas institusi dan komitmen terhadap kepentingan publik.




