Mantan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin Meninggal Dunia
Sumber Foto: sumsel.akurat.co
Catatan Indonesia

Mantan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin Meninggal Dunia

Jurnal Indonesia - Mantan Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin, dilaporkan meninggal dunia pada Rabu, 25 Februari 2026, setelah menjalani perawatan intensif akibat penyakit infeksi empedu. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat Sumsel yang merasakan perubahan selama masa kepemimpinannya.

Awal Kejadian

Alex Noerdin lahir di Palembang, Sumatera Selatan pada 9 September 1950, sebagai anak ketiga dari tujuh bersaudara pasangan H. Muhamad Noerdin Pandji dan Hj. Siti Fatimah. Ayahnya dikenal sebagai salah satu pejuang kemerdekaan Indonesia. Alex menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengah di Palembang dan melanjutkan pendidikan tinggi di Jakarta, meraih gelar Insinyur dari Fakultas Teknologi Industri Universitas Trisakti dan Sarjana Hukum dari Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya. Ia juga mengikuti pelatihan internasional di beberapa institusi, termasuk di Harvard University.

Perkembangan

Karier Alex dimulai dari birokrasi sebagai Pegawai Negeri Sipil hingga mencapai posisi Gubernur Sumsel. Beberapa jabatan penting yang pernah diembannya antara lain Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang pada tahun 1990 dan Gubernur Sumsel pada periode 2013-2018. Selama masa kepemimpinannya, Alex dikenal sebagai pemimpin visioner yang menerapkan kebijakan progresif, termasuk program Sekolah Gratis dan Berobat Gratis yang pertama kali di Indonesia saat ia menjabat sebagai Bupati Musi Banyuasin. Ia juga dikenal dalam pembangunan infrastruktur, seperti LRT Palembang dan Jakabaring Sport City. Selain itu, Sumsel sukses menjadi tuan rumah berbagai ajang olahraga internasional di bawah kepemimpinannya, termasuk Islamic Solidarity Games 2013 dan Asian Games 2018, yang mengantarnya menerima sejumlah penghargaan.

Kondisi Terakhir

Sebelum meninggal, Alex Noerdin menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat penyakit infeksi empedu. Kepergiannya meninggalkan warisan yang akan dikenang di Sumatera Selatan dan menjadi catatan penting dalam sejarah kepemimpinannya.