Sejarah Pulau Penyengat sebagai Pusat Lahirnya Bahasa Indonesia
Sumber Foto: kepripedia.com
Jurnal Nusantara

Sejarah Pulau Penyengat sebagai Pusat Lahirnya Bahasa Indonesia

Jurnal Indonesia - Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menjelaskan pentingnya Pulau Penyengat dalam sejarah peradaban Melayu dan perkembangan Bahasa Indonesia dalam program Jurnal Nusantara Kompas TV.

Awal Kejadian

Pulau Penyengat pernah menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Riau-Lingga, yang meliputi wilayah Riau, Lingga, Johor, Pahang, hingga Singapura. Pulau ini juga dikenal sebagai Pulau Mas Kawin, terkait dengan sejarah Sultan Mahmud Syah III dan permaisurinya, Engku Puteri Raja Hamidah.

Perkembangan

Di Pulau Penyengat, berdiri sebuah percetakan sejak tahun 1886, yang menjadi tempat berkembangnya tradisi literasi. Tokoh besar dari pulau ini, Raja Ali Haji, dikenal melalui karya-karyanya seperti *Gurindam Dua Belas* dan *Kitab Pengetahuan Bahasa*, yang berkontribusi pada perkembangan bahasa Melayu sebagai dasar Bahasa Indonesia.

Kondisi Terakhir

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau sedang membangun Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat untuk memperkuat posisi pulau ini sebagai pusat sejarah perkembangan Bahasa Indonesia. Monumen ini diharapkan dapat menjadi media pembelajaran serta mendorong perkembangan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata.