Harga Lapak Pasar Senggol Gorontalo Disesuaikan dengan Kemampuan Pedagang
Jurnal Indonesia - Gorontalo (ANTARA) - Pemerintah Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat, menetapkan harga lapak di pasar senggol atau pasar kaget ramadhan tahun 2026, disesuaikan dengan kemampuan pedagang.
Kepala Disperindag Kota Gorontalo Haryono Soeronoto di Kota Gorontalo, Jumat mengatakan ketentuan tersebut diberlakukan berdasarkan petunjuk dan arahan dari Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea, yang tidak mematok tarif sewa lapak kepada pedagang.
"Sesuai petunjuk dari pak Wali Kota, tidak ada patokan harga lapak. Semuanya menyesuaikan dengan kemampuan pedagang," kata Haryono.
Sejauh ini kesiapan pelaksanaan pasar ramadhan atau pasar senggol di Kota Gorontalo telah masuk pada pendirian tenda, dimana sebelumnya dilakukan pengukuran lapak.
Berdasarkan catatan, terdapat 269 petak lapak jualan yang terbagi di lima lokasi kawasan pusat perdagangan Kota Gorontalo, yakni Jalan Haryono, Jalan Sutoyo, Jalan S. Parman, Jalan Suprapto dan Jalan Imam Bonjol.
Saat ini, kawasan yang telah terpasang tenda lapak berada di kawasan Jalan Imam Bonjol dan masih terus dikerjakan secara bertahap ke lokasi lainnya.
Pembangunan lapak ditargetkan selesai pada Sabtu 28 Februari 2026, kecuali beberapa jalur yang menuju ke kawasan Klenteng Tulus Harapan Kita Kota Gorontalo.
"Di sekitar klenteng belum karena masih menunggu perayaan Cap Gomeh selesai digelar pada tanggal 3 Maret 2026.
Terkait dengan biaya sewa lapak pasar senggol, para pedagang diperkenankan untuk bisa membayarkan langsung ke kas daerah.
"Pada dasarnya pemerintah menginginkan pelaksanaan tradisi pasar senggol di Kota Gorontalo ini berjalan lancar dan aman dan tertata dengan baik. Wali Kota Gorontalo juga ingin memberikan kemudahan kepada masyarakat demi menjadikan Kota Gorontalo lebih baik," imbuhnya.




