Salat Idul Fitri Pertama di Masjid Ibu Kota Nusantara
Hari Sabtu, 21 Maret 2024, menjadi momen bersejarah bagi masyarakat yang merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah di Masjid Ibu Kota Nusantara (IKN). Pelaksanaan salat Idul Fitri ini merupakan realisasi dari niat yang diungkapkan oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, setahun sebelumnya, yang menyatakan bahwa masjid tersebut sudah siap digunakan.
Rizal Effendi, seorang jamaah yang hadir di masjid tersebut, berangkat dari Balikpapan pada pukul 04.00 dini hari bersama seorang rekan muda yang juga terlibat dalam bisnis event organizer. Perjalanan menuju Masjid Negara Nusantara, yang terletak dekat Istana Garuda, berlangsung lancar meski masih gelap, dan mereka tiba hanya dalam waktu satu jam.
Pelaksanaan Salat Idul Fitri
Salat Id dimulai pada pukul 07.00 dengan Dr. Ahmad Muzakir, seorang dosen Universitas PTIQ Jakarta dan Imam Masjid Istiqlal, bertindak sebagai imam. Khatib pada kesempatan ini adalah Prof. Muhammad Abzar Duraesa, Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, UIN Aji Muhammad Idris Samarinda, dengan Dr. M Aroka Fadli sebagai cadangan imam dan khatib.
Pada pelaksanaan salat, petugas bilal atau muazin dipercayakan kepada Ustaz M Rasky Raehan dan Ustaz Muhammad Rifki Iksani. Jamaah yang hadir sangat banyak, terdiri dari ribuan orang, termasuk pekerja dan staf IKN, serta warga dari PPU, Paser, Balikpapan, dan Samarinda.
Suasana dan Fasilitas Masjid
Masjid IKN, yang dirancang oleh seniman Bali I Nyoman Nuarta dengan bentuk menyerupai sorban, memiliki kapasitas awal untuk 29 ribu jamaah dan direncanakan dapat menampung hingga 60-65 ribu jamaah di masa mendatang. Fasilitas masjid yang modern dan bersih memberikan kenyamanan bagi para jamaah, termasuk area wudhu dan toilet yang memadai.
Kompleks masjid ini juga dirancang inklusif dengan ruang serba guna, area komersial UMKM, dan fasilitas literasi digital. Pada saat itu, panitia juga memanfaatkan aplikasi QRIS untuk penarikan infaq, yang berhasil mengumpulkan lebih dari 200 juta rupiah.
Khotbah Idul Fitri
Dalam khotbahnya, Prof. Muhammad Abzar Duraesa menekankan pentingnya pembangunan IKN sebagai kiblat peradaban, yang mencerminkan keharmonisan dengan alam dan penerapan teknologi yang cerdas. Ia juga mengingatkan makna Idul Fitri sebagai momen kemenangan setelah sebulan berpuasa, dengan fokus pada perjuangan melawan hawa nafsu.
Usai salat, Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyatakan rasa syukurnya atas kelancaran pelaksanaan Idul Fitri di Masjid Nusantara. Ia optimis bahwa IKN akan siap berfungsi sebagai Ibu Kota Politik pada tahun 2028 sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Setelah acara, Rizal dan keluarganya merayakan lebaran dengan berkumpul di rumah keluarganya di Balikpapan, menikmati hidangan soto Banjar dan saling bermaaf-maafan.




