Ruangguru dan Privy Implementasikan Tanda Tangan Digital untuk Tingkatkan Efisiensi
Mobitekno – Industri teknologi edukasi (EdTech) di Indonesia terus mengoptimalkan sistem operasional mereka di tengah skala bisnis semakin luas. PT Ruang Raya Indonesia (Ruangguru) mengambil langkah strategis dengan menerapkan 100 persen digitalisasi untuk urusan penandatanganan dokumen dan kontrak kerja.
Transformasi ini terwujud lewat kolaborasi Ruangguru dengan penyedia identitas digital dan tanda tangan elektronik (TTE) tersertifikasi, PT Privy Identitas Digital (Privy) untuk menerapkan TTE secara menyeluruh bagi mitra mereka di seluruh penjuru Nusantara.
Tinggalkan Cara Konvensional, Pangkas Waktu Berminggu-minggu
Sebelum adopsi teknologi ini diterapkan sepenuhnya, proses administrasi memakan waktu yang sangat lama. Senior VP of Human Capital and Corporate Affairs Ruangguru, Kartika Akbaria, menjelaskan bahwa perusahaannya menghadapi tantangan tingginya volume kontrak.
Karyawan dan mitra Ruangguru tersebar luas di ratusan kota di berbagai wilayah Indonesia. Koordinasi menggunakan cara konvensional terbukti lambat karena membutuhkan waktu proses hingga berminggu-minggu.
Proses lawas ini mengharuskan pencetakan dokumen fisik terlebih dahulu, pengiriman melalui jasa ekspedisi, hingga berujung pada penandatanganan secara manual.
Merespons tantangan geografis dan logistik tersebut, Ruangguru sebenarnya sudah meninggalkan proses dokumen berbasis fisik sejak tahun 2022 dan beralih ke sistem digital. Adopsi TTE terbukti krusial dalam mempercepat proses administrasi perusahaan.
Bersama teknologi yang disediakan Privy, seluruh proses penandatanganan dokumen dan kontrak mitra kini dapat diselesaikan dalam hitungan menit. Langkah digitalisasi ini menjadikan alur kerja jauh lebih sederhana, sangat efisien, serta dijamin keabsahan dan legalitasnya.
Dorong Skalabilitas Bisnis dan Ekosistem EdTech
Digitalisasi proses operasional berdampak langsung terhadap pertumbuhan dan skalabilitas perusahaan. Efisiensi di sektor administrasi berhasil mendongkrak produktivitas puluhan ribu mitra di bawah bendera Ruangguru.
Proses-proses krusial seperti onboarding karyawan baru hingga urusan penandatanganan perpanjangan kontrak dengan para mitra kini berjalan dengan sangat ringkas.
Kartika menambahkan bahwa kecepatan operasional ini membuat Ruangguru mampu bergerak lebih gesit di pasar. Perusahaan pun bisa lebih fokus untuk memperkuat inovasi strategis demi mendukung kemajuan industri pendidikan berbasis teknologi di tanah air.
Kolaborasi operasional ini disambut positif oleh VP of Marketing Privy, Ratu Rima Novia Rahma. Rima menyatakan kebanggaan pihaknya dapat turut serta mendukung pertumbuhan industri EdTech di Indonesia.
Kepercayaan penuh dari Ruangguru membuktikan bahwa digitalisasi dokumen adalah sebuah kebutuhan utama untuk mendorong produktivitas perusahaan-perusahaan modern.
Privy hadir sebagai fasilitator penting yang mengubah proses operasional lintas pulau dan provinsi menjadi efisien, aman, serta berkelanjutan. Sinergi ini pada akhirnya memperluas akses edukasi dan teknologi secara merata di Indonesia.
Keamanan Identitas Digital dan Jaminan Hingga Rp 1 Miliar
Dalam urusan administrasi ranah digital, kepastian keamanan data serta verifikasi identitas pengguna secara akurat adalah hal mutlak. Privy sendiri telah berdiri sejak 2016 dan terus berkembang menjadi penyedia layanan digital trust terkemuka.
Saat ini, layanan Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) ini telah dipercaya oleh lebih dari 71 juta pengguna individu dan sekitar 200.000 organisasi, mulai dari pelaku usaha skala mikro hingga perusahaan besar.
Perusahaan yang dipimpin oleh CEO Marshall Pribadi ini menawarkan lapisan perlindungan ekstra bagi para penggunanya. Sebut saja dengan Certificate Warranty atau jaminan sertifikat senilai hingga Rp 1 miliar.
Jaminan ini berfungsi sebagai perlindungan finansial jika sewaktu-waktu terjadi kerugian yang diakibatkan oleh penyalahgunaan identitas terkait sertifikat elektronik terbitan mereka.
Privy juga memiliki rekam jejak legalitas dan inovasi yang meyakinkan. Pada 2018, mereka menjadi lembaga non-Pemerintah pertama yang mendapat lisensi Certificate Authority (CA) di Indonesia.
Mereka memegang persetujuan resmi untuk mengakses data identitas nasional dan biometrik wajah dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil sejak 2019, memastikan akurasi verifikasi tingkat tinggi.
Perusahaan ini juga memegang sertifikasi ISO/IEC 27701:2019 mengenai sistem manajemen privasi data pribadi dan lolos sertifikasi Web Trust for CA. Di sektor keuangan, Privy menjadi penyedia E-KYC pertama yang secara resmi tercatat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Rima menegaskan bahwa jaminan perlindungan dan legalitas tersebut merupakan elemen fundamental dalam menumbuhkan kepercayaan digital atau digital trust di tengah masyarakat.
Perlindungan tambahan inilah yang mendasari terjalinnya kolaborasi strategis bersama Ruangguru serta ratusan ribu institusi lainnya. Ekosistem kepercayaan digital di Indonesia pun menjadi semakin kuat, relevan, dan siap diterapkan di berbagai sektor strategis, termasuk dunia pendidikan.
, EdTech, Kartika Akbaria, Privy, Ratu Rima Novia Rahma, Ruangguru, Tanda Tangan Elektronik, transformasi digital




