Presiden Tunisia Apresiasi Karya Ulama Nusantara di Pameran Buku Internasional
Presiden Tunisia, Kais Saied, meresmikan dan mengunjungi Paviliun Indonesia dalam rangka Pameran Buku Internasional Tunisia (Tunisia International Book Fair) ke-40 yang berlangsung di Elkram, Tunis, pada Kamis, 23 April. Dalam acara tersebut, Indonesia berperan sebagai Tamu Kehormatan, yang menjadi momen penting untuk memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara.
Acara pembukaan dihadiri oleh menteri kabinet Tunisia dan para Duta Besar dari negara-negara sahabat. Dengan tema "Indonesia-Tunisia Sahabat", paviliun Indonesia menarik perhatian pengunjung melalui kurasi literasi yang mendalam serta atraksi budaya yang menarik.
Paviliun Indonesia menampilkan koleksi buku yang mencerminkan kedekatan intelektual antara kedua bangsa. Koleksi tersebut mencakup karya-karya ulama besar Tunisia seperti Ibnu Khaldun, Muhammad Thahir bin 'Asyur, dan Abdul Aziz al-Tha’alabi, serta karya-karya dari ulama terkenal Nusantara. Buku-buku yang disajikan meliputi tema sejarah, pemikiran, dan hubungan diplomatik yang tersedia dalam bahasa Arab, Inggris, dan Prancis.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, menyampaikan bahwa partisipasi Indonesia disambut baik oleh pemerintah dan masyarakat Tunisia. "Saat berbincang dengan Presiden Tunisia, kami mendapatkan sambutan dan apresiasi yang luar biasa. Warga Tunisia kini dapat mengenal lebih dekat kebudayaan dan pemikiran ulama Indonesia. Yang terpenting, hubungan panjang kita sejak 1960, bahkan sebelum kemerdekaan Tunisia, tergambar jelas di paviliun ini," ujarnya.
Dubes Zuhairi juga menekankan pentingnya "Diplomasi Buku" dalam memperkuat hubungan antar-negara. Ia menjelaskan bahwa antusiasme masyarakat Tunisia menunjukkan bahwa literasi merupakan instrumen diplomasi yang sangat efektif. "Kami melihat buku sebagai infrastruktur penting dalam membangun jembatan diplomasi. Kehadiran Indonesia sebagai Tamu Kehormatan ini sangat bermanfaat bagi masa depan hubungan bilateral kedua negara," tambahnya.
Selain pameran literasi, Paviliun Indonesia juga menyajikan berbagai kegiatan harian, termasuk diskusi interaktif, pertunjukan tarian tradisional, musik etnik Nusantara, dan penyajian kuliner khas Indonesia. Kegiatan-kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman budaya yang menyeluruh bagi para pengunjung pameran buku di Tunisia.




