Pesantren Aswaja Nusantara Terbitkan Edisi Perdana Jurnal “Mlangi”
Pesantren Aswaja Nusantara di Mlangi, Nogotirto, Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menerbitkan edisi perdana Jurnal “Mlangi”; media pemikiran dan budaya pesantren (Volume 1, April–Juni 2013). Meski baru berusia dua tahun, pesantren tersebut menargetkan jurnal ini terbit secara berkala setiap tiga bulan.
Pimpinan pondok, Muhammad Mustafied, mengatakan penyusunan jurnal perdana ini memakan waktu sekitar tiga bulan dan dapat terbit berkat kerja sama tim. Ia menjelaskan ada dua latar belakang utama penerbitan jurnal tersebut.
Latar belakang penerbitan
- Memperkuat dakwah dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia.
- Mendorong pesantren mampu mengartikulasikan beragam pemikiran agar bermanfaat bagi masyarakat luas.
Mustafied menambahkan, jurnal ini juga direncanakan terbit dalam format daring atau e-jurnal.
Mengangkat tema “Pendidikan Karakter”
Edisi perdana setebal 162 halaman ini mengusung tema “Pendidikan Karakter” sebagai respons terhadap Kurikulum 2013 yang akan diimplementasikan pada 2013. Jurnal tersebut memuat sejumlah rubrik, antara lain:
- Editorial
- Riset Utama
- Artikel Utama
- Kolom
- Esai Lepas
- Esai Budaya dan Sastra
- Review Kitab-Buku
- Panorama Global
- Apresiasi Tokoh
- Aswaja Bergerak
Salah satu rubrik, “Aswaja Bergerak”, memuat refleksi tentang tantangan dan peluang strategis Aswaja. Di dalamnya terdapat cuplikan yang menyebut, “Ketika Aswaja bersentuhan dengan berbagai problem struktural dan ketidakadilan, Aswaja mengalami perkembangan baru, dari manhajul fikr ke manhajul harokah (teori perubahan sosial).”
Peluncuran dan rencana kontribusi
Jurnal “Mlangi” telah diluncurkan pada April di Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan CSS Mora, serta telah tersebar di sejumlah kampus di Yogyakarta.
Terkait kontributor, Mustafied menyebut edisi perdana masih diisi oleh kalangan internal Pesantren Aswaja Nusantara. Namun, pada edisi berikutnya, pengelola membuka peluang bagi pihak di luar pesantren untuk turut berkontribusi.
Mustafied berharap penerbitan jurnal ini dapat berlanjut untuk mendukung perkembangan wacana kepesantrenan, keislaman, keaswajaan, dan kenusantaraan.




