Peningkatan Budidaya Ikan Papuyu di Kabupaten Banjar: Langkah Strategis untuk Diversifikasi Sektor Perikanan
Sumber Foto: Kompas.tv
Jurnal Nusantara

Peningkatan Budidaya Ikan Papuyu di Kabupaten Banjar: Langkah Strategis untuk Diversifikasi Sektor Perikanan

Kabupaten Banjar, yang dikenal sebagai penghasil budidaya ikan terbesar di Kalimantan Selatan, kini berfokus pada pengembangan ikan lokal, khususnya ikan papuyu. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan hasil budidaya yang saat ini masih tergolong minim.

Produksi ikan di Kabupaten Banjar saat ini didominasi oleh ikan patin, yang menyumbang sekitar 65 persen dari total produksi. Sebaliknya, ikan papuyu hanya berkontribusi sebesar 5 persen. Untuk mengatasi ketimpangan ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banjar meluncurkan program Gerakan Pengembangan Kawasan Kampung Papuyu, atau yang dikenal dengan Gerbang Kakapayu, yang direncanakan akan dimulai pada tahun 2024.

Target dan Implementasi Program

Program ini akan diimplementasikan di 10 kelompok pembudidaya yang berada di Kecamatan Karang Intan dan Martapura Barat. Dalam kurun waktu enam bulan, setiap kelompok diharapkan dapat menghasilkan lebih dari satu ton ikan papuyu.

Tidak hanya berhenti di situ, Pemerintah Kabupaten Banjar juga berencana untuk memberikan dukungan lebih lanjut. Pada tahun 2025, Pemkab Banjar akan menyediakan bantuan kolam terpal berbentuk bundar untuk para pembudidaya melalui program inovasi yang dinamakan Tangguh Sinergi Kampung Papuyu, atau Intan Sikapayu. Bantuan ini diharapkan menjadi solusi strategis dalam mitigasi bencana hidrologis, mengingat Kabupaten Banjar sering mengalami banjir.

Dengan langkah-langkah ini, Kabupaten Banjar berupaya untuk memperkuat sektor perikanan budidaya dan menjadikan ikan papuyu sebagai salah satu komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi.