Pemerintah Dorong Pelestarian dan Penerbitan Karya Ulama Nusantara
Sumber Foto: jurnalislam.com
Jurnal Nusantara

Pemerintah Dorong Pelestarian dan Penerbitan Karya Ulama Nusantara

Pentingnya Literasi Peradaban Islam

Kegiatan pameran bertajuk "Kebangkitan Turots Nusantara: Dari Indonesia untuk Peradaban Dunia" menjadi ajang untuk menggali kembali warisan literasi peradaban Islam yang berasal dari para ulama. Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin menekankan bahwa perlu ada upaya untuk menghidupkan kembali ingatan dan kesadaran masyarakat tentang kontribusi para ulama terhadap ilmu pengetahuan dan budaya Islam.

Inspirasi dari Karya Ulama

Dalam acara yang berlangsung melalui konferensi video di Jakarta, Wapres berharap karya-karya baru yang sesuai dengan konteks saat ini dapat muncul dari semangat literasi yang dibangkitkan. "Karya-karya tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi umat Islam dan mendorong jalan kebaikan serta memperkuat persatuan," ujarnya.

Pentingnya Tahqiq dan Penerbitan Kembali

Wapres mengungkapkan bahwa banyak karya ulama Nusantara yang berusia ratusan tahun masih tersimpan dalam bentuk naskah tua. Oleh karena itu, upaya "tahqiq" atau pengeditan naskah secara teliti sangat diperlukan agar karya-karya tersebut dapat diterbitkan dan diakses oleh masyarakat saat ini. Dengan penerbitan kembali, Wapres berharap warisan pemikiran para ulama dapat menjadi jembatan menuju realita kehidupan masa kini.

Contoh Inspiratif: Syekh Nawawi Al-Bantani

Wapres juga menyoroti sosok Syekh Nawawi Al-Bantani sebagai contoh ulama yang memberikan kontribusi besar dalam membangun karakter Muslim Nusantara yang toleran dan moderat. "Karya-karya beliau menunjukkan bahwa ulama Indonesia tidak kalah dalam bidang keilmuan dibandingkan ulama Timur Tengah," jelasnya.

Mendorong Generasi Muda

Sebagai bagian dari upaya pengembangan literasi, Wapres mengajak generasi muda untuk mengikuti jejak Syekh Nawawi dalam menciptakan karya tulis yang berkualitas. "Turots Ulama Indonesia harus menjadi dasar dalam membangun identitas dan jati diri keislaman bangsa Indonesia, terutama dalam menghadapi tantangan dunia modern," tegasnya.

Peresmian Pameran dan Jalan Syaikh Nawawi

Pameran Turots Ulama Indonesia dan peluncuran kompilasi 11 kitab ulama Nusantara juga diresmikan dalam acara tersebut. Selain itu, diadakan peresmian nama Jalan Syaikh Nawawi Banten di Cilincing, Jakarta Utara, sebagai bentuk penghargaan terhadap warisan ulama.

Harapan untuk Generasi Muda

Rais A’am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Miftachul Akhyar, juga menyampaikan harapannya agar generasi muda dapat melahirkan tulisan-tulisan yang bermanfaat dan mengikuti jejak ulama terdahulu. "Semoga semangat ini dapat membangkitkan minat para penulis muda untuk terus berkarya," ungkapnya.