Palu Kembali Ekspor 459 Ton Durian Beku ke Tiongkok
Sumber Foto: Vidio
Jurnal Nusantara

Palu Kembali Ekspor 459 Ton Durian Beku ke Tiongkok

Sulawesi Tengah kembali melakukan ekspor durian beku dengan total muatan mencapai 459 ton. Pengiriman ini terdiri dari 17 kontainer yang dikirimkan ke Tiongkok. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Indonesia untuk meningkatkan pengiriman komoditas unggulan ke pasar global, terutama setelah penandatanganan kerja sama ekspor pada Mei 2025.

Kota Palu, yang terletak di Sulawesi Tengah, kini berfungsi sebagai pintu gerbang utama untuk ekspor durian beku ke Tiongkok. Pada Kamis siang, sebuah rumah kemas di Palu terlihat sibuk menyiapkan kontainer berisi durian beku berkualitas terbaik. Durian yang diekspor berasal dari berbagai kabupaten di Sulawesi Tengah dan didukung oleh pasokan dari provinsi tetangga.

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyatakan bahwa ekspor durian telah menjadi ikon baru dalam perekonomian wilayahnya. Saat ini, terdapat delapan rumah kemas di Indonesia yang memiliki izin untuk mengekspor durian, di mana tujuh di antaranya berlokasi di Sulawesi Tengah dan satu di Jawa Barat.

Inisiatif ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Transmigrasi, yang dipimpin oleh Menteri Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara. Ia menekankan pentingnya menyiapkan sumber daya manusia yang unggul di setiap daerah, termasuk Sulawesi Tengah. Selain itu, regulasi untuk ekspor durian segar juga sedang disiapkan.

Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat Manaor Panggabean, mengungkapkan bahwa seluruh proses ekspor diawasi secara ketat untuk memastikan kualitas produk tetap terjaga. Hal ini penting agar kerjasama dapat berjalan berkelanjutan. Total nilai pengiriman kali ini diperkirakan mencapai 42,5 miliar rupiah, dan angka ini diprediksi akan terus meningkat mengingat potensi lahan durian yang besar di Sulawesi Tengah.

Ekspor massal ini menjadi kabar baik bagi para petani lokal, yang terlibat dalam setiap tahap mulai dari panen hingga pengemasan sesuai standar internasional. Semua langkah ini diambil untuk menjaga reputasi durian Indonesia di kancah internasional.