Museum Aceh Gelar Pameran Hands of Time, Tampilkan Artefak Sejarah Kesultanan
Jurnal Indonesia - Museum Aceh telah membuka pameran temporer bertajuk Hands of Time yang menampilkan berbagai koleksi bersejarah. Pameran ini menggambarkan perjalanan budaya dan identitas masyarakat Aceh dari era Kesultanan hingga masa modern.
Awal Kejadian
Pameran berlangsung di Gedung Pameran Temporer lantai dua Museum Aceh. Beragam artefak yang ditampilkan mencerminkan keterampilan dan kreativitas masyarakat Aceh dalam berbagai bidang. Koleksi tersebut meliputi minyak nilam, kopi Gayo, perhiasan emas, koin emas, rencong, siwah, dan benang sutera.
Perkembangan
Pengunjung dapat melihat koleksi perhiasan tradisional dari masa kejayaan Kesultanan Aceh pada abad ke-16, serta koleksi yang merepresentasikan perkembangan budaya Aceh di era modern. Museum Aceh berupaya menghadirkan narasi sejarah yang menunjukkan keterampilan masyarakat Aceh yang diwariskan lintas generasi.
Kondisi Terakhir
Pameran Hands of Time juga dilengkapi dengan pameran foto perdamaian Aceh. Tiket masuk dipatok sebesar Rp3.000 untuk anak-anak, Rp5.000 untuk dewasa, dan Rp15.000 untuk wisatawan mancanegara. Pameran ini terbuka untuk umum hingga akhir tahun dan diharapkan menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk lebih mengenal sejarah, budaya, serta warisan peradaban Aceh.




