Serangan Siber Terhadap Stryker: Perang Digital di Abad ke-21
Sumber Foto: Ruzka Indonesia
Catatan Indonesia

Serangan Siber Terhadap Stryker: Perang Digital di Abad ke-21

Jurnal Indonesia - Serangan siber baru-baru ini melumpuhkan operasi Stryker, sebuah perusahaan teknologi medis Amerika, di 79 negara dalam insiden yang melibatkan malware bernama Handala. Serangan ini menghapus lebih dari 200.000 sistem dan mencuri sekitar 50 terabyte data.

Awal Kejadian

Serangan terjadi dini hari beberapa hari lalu, saat sistem perusahaan tiba-tiba tidak dapat diakses. Para hacker menyasar Stryker, yang dikenal sebagai raksasa dalam produksi alat operasi dan perangkat medis, serta mempekerjakan sekitar 56.000 orang. Dalam serangan tersebut, layar login perusahaan menampilkan gambar Handala, nama yang diambil dari tokoh kartun legendaris Palestina.

Perkembangan

Para pelaku mengklaim telah melakukan penghapusan data secara permanen, termasuk data dari ponsel pribadi karyawan yang terhubung ke jaringan perusahaan. Banyak karyawan melaporkan kehilangan akses ke akun mereka, termasuk email dan aplikasi penting lainnya. Serangan ini menggunakan teknik wiper attack, yang dikenal karena kemampuannya untuk tidak hanya mencuri tetapi juga menghapus data secara permanen.

Kondisi Terakhir

Akibat serangan ini, operasi Stryker terhenti total, dan dampaknya dirasakan di seluruh dunia. Karyawan melaporkan kehilangan data penting, dan situasi ini menciptakan kekhawatiran yang lebih besar terkait keamanan infrastruktur digital. Garda Revolusi Iran juga mengancam bahwa perusahaan-perusahaan yang berhubungan dengan operasi militer Israel bisa menjadi target serangan lebih lanjut, baik siber maupun fisik.