Pameran Keris: Pelestarian Warisan Budaya Nusantara yang Diakui UNESCO
Sumber Foto: Jurnal News
Jurnal Nusantara

Pameran Keris: Pelestarian Warisan Budaya Nusantara yang Diakui UNESCO

Jurnal Indonesia - Pameran keris yang diselenggarakan di Banyuwangi merupakan bagian dari kampanye pelestarian warisan budaya Nusantara. Acara ini menampilkan puluhan keris yang tidak hanya berfungsi sebagai benda seni, tetapi juga memiliki makna dan energi filosofis yang mendalam.

Awal Kejadian

Pameran ini berlangsung dalam rangka Gelar Budaya Keris 2026, yang dibuka untuk umum mulai pukul 10.00 WIB di halaman Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk melestarikan dan mengenalkan budaya keris kepada masyarakat, dengan menampilkan keris dari berbagai era dan bentuk.

Perkembangan

Selama empat hari, Pelinggihan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi bertransformasi menjadi galeri sejarah, menampilkan keris dari era Singhasari, Majapahit, hingga Blambangan. Pengunjung memiliki kesempatan untuk mengikuti sesi interaktif dengan kurator keris dan melihat detail pamor. Acara ini juga mencakup prosesi jamasan yang dipimpin oleh KRT Ilham Triadi Nagoro, yang menegaskan pentingnya merawat pusaka fisik dan nilai luhur warisan leluhur.

Kondisi Terakhir

Selain pameran, Panji Blambangan menyediakan layanan konsultasi dan edukasi perawatan pusaka, serta sertifikasi tosan aji. KRT Ilham menekankan bahwa keris bukan hanya sekadar benda mistis, melainkan simbol jati diri bangsa dan karya seni yang harus dikenalkan kepada generasi muda. Pernyataan Menteri Kebudayaan RI, Prof (HC) Dr. Fadli Zon, juga menegaskan pengakuan UNESCO atas keris sebagai warisan budaya Indonesia, yang memiliki nilai seni dan filosofi yang tinggi.