Mahasiswa Biologi UIN Bandung Raih Juara II Lomba Esai PPI Portugal Lewat Tulisan tentang Sejarah Rempah
Sumber Foto: Jurnalposmedia
Jurnal Nusantara

Mahasiswa Biologi UIN Bandung Raih Juara II Lomba Esai PPI Portugal Lewat Tulisan tentang Sejarah Rempah

Situasi pandemi tidak menghalangi Jalaludin, mahasiswa Biologi UIN Bandung, untuk menorehkan prestasi. Mahasiswa yang akrab disapa Jamal itu meraih juara II dalam ajang Call for Essay 2020 yang digelar Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Portugal.

Jalal mengikuti kompetisi tersebut setelah terlibat dalam program Online Summer School 2020 yang berlangsung pada 28 Juli hingga 11 Agustus 2020. Informasi mengenai program itu ia peroleh dari jurusan dan Wakil Dekan III Fakultas Sains dan Teknologi UIN Bandung. Online Summer School 2020 diselenggarakan PPI Portugal bekerja sama dengan KBRI di Lisabon, PPI Dunia, PPI Spanyol, dan PPI Prancis.

Esai Bertema Sejarah Rempah

Dalam program tersebut, peserta diminta menulis esai bertema sejarah rempah, sesuai permintaan PPI Portugal. Jalal kemudian mengangkat judul “Jalur Rempah Nusantara: Surga yang (Tak) Dirindukan”.

Ia menjelaskan ada dua alasan memilih judul tersebut. Pertama, ia menyoroti sejarah Indonesia sebagai “surga” rempah-rempah yang pernah dicari dunia. Menurutnya, hal itu tercermin dari kedatangan bangsa-bangsa Barat yang berlayar ke kepulauan Indonesia untuk mencari rempah.

Alasan kedua, Jalal menilai kekayaan rempah Indonesia kini tidak lagi menjadi komoditas yang dicari seperti sebelumnya. Ia menyebut perkembangan zaman membuat bangsa Barat memiliki teknologi yang dapat menggantikan fungsi rempah-rempah. Ia juga memandang kolonialisasi berdampak pada penyebaran rempah yang sebelumnya hanya ada di Indonesia, lalu diambil dan dikembangkan di negara lain.

“Pada akhirnya, Indonesia kehilangan daya tarik dan pesonanya, rempah sudah tidak dicari-cari lagi. Sehingga Indonesia menjadi carut marut ditinggalkan menjadi surga yang (tak) dirindukan lagi,” tutur Jalal saat menjelaskan asal muasal judul karyanya pada Senin (28/9/2020).

Ia menambahkan, kelebihan yang dimiliki suatu bangsa tetap perlu dikembangkan agar tidak kehilangan daya tarik. Melalui esainya, Jalal mengajak pembaca belajar dari sejarah untuk terus mendorong inovasi agar Indonesia tidak mengulangi kondisi menjadi “Surga yang (Tak) Dirindukan”.

Persiapan dan Hasil yang Diraih

Jalal menyebut prestasi tersebut tidak diraih secara instan. Sejak awal rangkaian Online Summer School 2020, ia sudah mempersiapkan esai secara matang untuk dilombakan dalam Call for Essay 2020.

Menurutnya, bagian penting dalam menulis esai adalah mencari dan mengumpulkan literatur. Ia menilai hal itu diperlukan karena karya ilmiah membutuhkan data dan referensi yang dapat dipertanggungjawabkan, terlebih ketika mengangkat tema sejarah.

Ia menjelaskan, hadiah dari kemenangan tersebut berupa surat undangan resmi untuk menghadiri Simposium Amerika Eropa (SAE) Iberia di Coimbra, Portugal, pada 2021. Namun, ia mengaku belum banyak melakukan persiapan selain mencari dan mengkalkulasi estimasi dana keberangkatan.

Target dan Pesan untuk Mahasiswa

Jalal mengatakan tekad berprestasi sudah ia tanam sejak awal kuliah. Pada awal 2020, ia juga menargetkan pencapaian di bidang kepenulisan. Ia menilai produktif di masa pandemi bukan hal yang sulit bagi mahasiswa yang memiliki kemauan dan tekad.

“Satu hal yang bisa saya sampaikan adalah bahwa mahasiswa akan ditarik pertanggungjawaban atas kemahaannya. Oleh karenanya, mahasiswa harus senantiasa menjadi pembelajar sejati serta menebarkan kebermanfaatan seluas-luasnya,” pungkasnya.