Kenaikan Harga Kedelai dan Plastik Dorong Perajin Keripik Tempe Naikkan Harga Jual
Perajin keripik tempe menghadapi tantangan baru akibat kenaikan harga kedelai dan plastik yang signifikan. Kenaikan harga ini memaksa mereka untuk menyesuaikan harga jual produk mereka demi menutup kerugian yang dialami.
Sebelumnya, harga kedelai mencapai Rp480 ribu per 50 kilogram, namun kini telah meningkat menjadi Rp550 ribu per 50 kilogram. Kenaikan ini tidak hanya terbatas pada kedelai, tetapi juga mencakup harga plastik yang digunakan sebagai bahan kemasan, yang turut melambung.
Setiap harinya, perajin mampu mengolah sekitar 20 kilogram kedelai. Namun, dengan meningkatnya biaya produksi yang signifikan, mereka terpaksa menaikkan harga jual keripik tempe dari Rp44 ribu menjadi Rp46 ribu per kilogram. Kenaikan harga ini diharapkan dapat membantu perajin dalam menutupi biaya yang meningkat akibat fluktuasi harga bahan baku.
Situasi ini mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh industri makanan, khususnya bagi perajin kecil yang bergantung pada bahan baku dengan harga yang terus berubah. Kenaikan harga ini juga berpotensi berdampak pada daya beli konsumen dan dinamika pasar keripik tempe ke depannya.




