Dampak Perang Global Terhadap Pariwisata di Sabang
Jurnal Indonesia - Perang global yang berlangsung saat ini berimbas pada sektor pariwisata di Sabang, Aceh, yang dikenal sebagai destinasi wisata bahari. Penurunan jumlah wisatawan mancanegara terjadi akibat ketegangan internasional, khususnya konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran yang meningkat sejak akhir Februari 2026.
Awal Kejadian
Perjalanan ke Sabang dimulai pada 19 Maret 2026, dengan tujuan untuk mengamati dampak konflik global terhadap kehidupan lokal. Setibanya di Pantai Iboih, penulis bertemu dengan Bang Boy, seorang pengusaha penginapan, yang menginformasikan tentang penurunan drastis jumlah wisatawan. Wisatawan dari Eropa, Amerika, dan negara maju lainnya cenderung menunda perjalanan mereka ke luar negeri, termasuk ke Sabang.
Perkembangan
Dampak dari ketidakpastian global dan gangguan distribusi energi melalui jalur strategis seperti Selat Hormuz, serta meningkatnya ketegangan politik internasional, menciptakan rasa takut di kalangan wisatawan. Fenomena ini menunjukkan bahwa perang tidak hanya berdampak pada wilayah konflik, tetapi juga memiliki efek domino yang luas, termasuk pada sektor pariwisata yang menjadi sumber penghidupan masyarakat lokal.
Kondisi Terakhir
Perjalanan dilanjutkan dari Banda Aceh menuju Pelabuhan Ulee Lheue dan menyeberang ke Pulau Weh, akhirnya tiba di titik nol kilometer Indonesia di Sabang. Meskipun Sabang berada di ujung barat Indonesia dan memiliki posisi strategis dalam percaturan global, dampak dari situasi politik internasional saat ini terasa nyata, termasuk dalam sektor pariwisata yang mengalami penurunan.




