Asal Usul Istilah Nusantara sebagai Nama Calon Ibu Kota Baru Indonesia
Nama Nusantara telah dipilih sebagai calon nama ibu kota baru Indonesia yang berlokasi di Kalimantan Timur. Keputusan ini disetujui oleh Presiden Joko Widodo pada 14 Januari 2022. Pemilihan nama Nusantara didasarkan pada sejarah panjang dan pengakuan internasional yang mengikat istilah ini dengan identitas Indonesia.
Sejarah Istilah Nusantara
Istilah Nusantara pertama kali tercatat dalam literatur Jawa Pertengahan, khususnya antara abad ke-12 hingga ke-16. Nama ini digunakan untuk menggambarkan konsep kenegaraan yang dianut oleh Kerajaan Majapahit. Dalam naskah Sumpah Palapa, yang diucapkan oleh Mahapatih Gadjah Mada pada tahun 1336, Nusantara diartikan sebagai wilayah yang mencakup berbagai pulau di luar pulau Jawa.
- Isi naskah Sumpah Palapa menyebutkan: "Lamun huwus kalah Nusantara ingsun amukti palapa..." yang mencakup pulau-pulau seperti Gurun, Seram, dan Bali.
- Dalam Kitab Negarakertagama, istilah Nusantara juga merujuk pada sebaran wilayah yang kini menjadi bagian dari Indonesia dan Semenanjung Melayu.
Evolusi Pemakaian Istilah
Setelah keruntuhan Majapahit, penggunaan istilah Nusantara sempat meredup. Namun, pada tahun 1920-an, Ki Hajar Dewantara menghidupkan kembali istilah ini sebagai alternatif nama untuk negara merdeka setelah Hindia-Belanda, bersamaan dengan nama “Indonesia” dan “Insulinde”.
Pada Kongres Pemuda II tahun 1928, “Indonesia” akhirnya ditetapkan sebagai nama resmi bangsa. Meski demikian, istilah Nusantara tetap relevan dan sering digunakan sebagai padanan kata bagi Indonesia, baik dalam konteks antropogeografi maupun politik.
Pertentangan dan Reinterpretasi
Penggunaan istilah Nusantara juga mengalami tumpang tindih dengan istilah “Kepulauan Melayu” setelah berdirinya negara Malaysia pada tahun 1957. Di tengah politik konfrontasi yang dipelopori oleh Soekarno, semangat kebersamaan yang diusung oleh istilah Nusantara tergantikan oleh semangat permusuhan. Namun, setelah periode tersebut, Nusantara kembali dimaknai sebagai simbol kebersamaan antarrumpun di kawasan ini.
Dengan pengakuan sejarah dan konteks yang mendalam, nama Nusantara tidak hanya menggambarkan geografi, tetapi juga semangat persatuan dan identitas budaya yang kaya di Indonesia.




