Warga Kreta Protes Kedatangan Kapal Induk AS, Khawatir Terjebak dalam Konflik Iran
Jurnal Indonesia - TRIBUN-VIDEO.COM - Warga di Pulau Kreta, Yunani mengaku khawatir dengan potensi serangan balasan dari Iran jika perang pecah.
Pasalnya, Pulau Kreta menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat (AS) dan NATO di kawasan Mediterania.
Pada Senin (23/2/2026), kapal induk USS Gerald R. Ford singgah ke pulau tersebut dalam perjalanan menuju Timur Tengah.
Warga lokal sempat menggelar demo untuk menentang kedatangan kapal tersebut.
Mereka menuduh pasukan yang ada di dalamnya sebagai pembunuh.
Pada Kamis (26/2/2026), USS Gerald R. Ford terpantau meninggalkan Pulau Kreta dengan mendapat pengawalan dari sejumlah kapal perang.
Warga menyesalkan pemerintah Yunani yang mengizinkan kapal tersebut singgah sementara.
Menurutnya, pemerintah tidak mendengar suara rakyat yang khawatir dengan adanya aset militer AS di negaranya.
"Kami tidak ingin menampung para pembunuh, atau bertanggung jawab atas pertumpahan darah," kata warga.
Warga menilai, pemerintah Yunani terlalu buru-buru bergabung dalam rencana AS dan Israel.
"Kita menjadi sasaran Iran sesuai dengan kemampuan mereka," sambungnya.




