Optimalisasi UMKM dalam Rantai Pasok MICE Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Jurnal Indonesia - waktu baca 2 menit
Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas mengatakan bahwa para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) harus dioptimalisasikan dalam kemitraan untuk rantai pasok penyelenggaraan meeting, incentive, convention, exhibition (MICE).
Dia mengatakan kegiatan MICE memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi. Namun, rantai pasok even t MICE masih perlu diperkuat agar lebih banyak melibatkan UMKM lokal, khususnya pelaku ekonomi kreatif perempuan.
" Event MICE jangan hanya menggerakkan hotel dan venue besar. UMKM kuliner, kriya, fesyen, jasa kreatif, hingga desa wisata harus masuk dalam rantai pasoknya,” kata Ibas dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Selasa.
Dia menekankan bahwa kemitraan menjadi kata kunci. Untuk itu, menurut dia, UMKM harus terhubung dengan event organizer, hotel, pemerintah daerah, dan pelaku industri MICE.
"Ekosistem harus dibangun. Rantai pasok harus adil dan inklusif,” kata dia.
Dia pun menegaskan komitmennya untuk terus mendorong UMKM naik kelas melalui pendampingan berkelanjutan, perluasan akses pasar, serta kebijakan yang membuka ruang lebih adil bagi pelaku usaha kecil agar tidak kalah bersaing dengan industri besar.
Menurutnya, UMKM dengan karakter dan identitas khas Indonesia merupakan kekuatan ekonomi nasional yang harus diperkuat agar mampu menembus pasar global sekaligus menjadi motor pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Dia pun berharap sinergi antara organisasi perempuan, komunitas, pemerintah daerah, dan pelaku industri dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi kreatif dan menjadikan Jawa Timur sebagai pusat MICE yang inklusif dan berbasis kekuatan lokal.
Baca juga: Kolaborasi GoFood–Kemnaker dorong UMKM Bandung naik kelas
Baca juga: Pedagang raih omzet tiga kali lipat usai dibina Baznas lewat Z-Ifthar
Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.




