Mengurangi Sampah Digital di Hari Raya: Pentingnya Diet Data
Jurnal Indonesia - Techlife Pilihan
Lebaran Minim Sampah: Diet Data Agar HP Tak Ikut "Kenyang"
20 Maret 2026 17:00 Diperbarui: 20 Maret 2026 13:22 139 12 7
+
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
"Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. La ilaha illallahu wallahu akbar. Allahu akbar wa lillahil hamdu".
Tak terasa, perjalanan Ramadan Bercerita 2026 kita sudah sampai di etape ke-31.
Gema takbir sudah mulai bersahutan dari pengeras suara masjid, berpadu dengan keriuhan klakson kendaraan para pemudik yang mengejar waktu untuk sampai ke kampung halaman tepat di malam kemenangan.
Baca juga: Toleransi di Kursi Bioskop: Mengalah demi Bahagia Orang Lain
Kita telah sampai di gerbang kemenangan yang dinanti.
Di dunia nyata, orang-orang mungkin sedang sibuk memilah sampah sisa persiapan opor, kulit ketupat, atau tumpukan kemasan plastik dari hampers yang datang silih berganti.
Namun, bagi saya yang sehari-hari berkutat dengan dunia konten digital, ada satu jenis sampah yang jauh lebih menyiksa dan menyerbu tepat saat takbir berkumandang: sampah digital.
Saya cukup gregetan melihat fenomena broadcast masal di malam takbiran. Broadcast itu membuat handphone kita justru berubah jadi tong sampah raksasa bagi ribuan gambar ucapan yang isinya seragam dan dikirim secara beruntun.
Teror gambar "copy-paste" dan memori yang sesak
Baca juga: Heboh Unboxing THR "Emas Antum" dari KOMiK
Saya teringat kejadian lebaran tahun lalu. Baru saja selesai salat ied, HP saya mendadak panas dan hang. Setelah saya cek, ternyata ada ratusan pesan masuk di WhatsApp yang mayoritas adalah gambar ucapan berukuran 3MB hingga 5MB. Semuanya dikirim lewat fitur forward masal ke berbagai grup yang saya ikuti.
Baca juga: Bongkar Rantai Distribusi: Cara Hemat Belanja Camilan Bocil untuk Idulfitri
Skenario seperti ini. Bayangkan jika satu orang mengirim gambar ucapan ke 100 kontak secara serentak. Lalu si penerima melakukan hal yang sama ke grup lain. Dalam sekejap, ribuan gigabyte data "sampah" berputar-putar di jaringan internet cuma untuk satu tujuan formalitas kirim-balas.
Sebagai orang yang menghargai kenyamanan pengguna digital (user experience), saya melihat ini sebagai polusi mental. Pesan-pesan ini seringnya tidak benar-benar dibaca.
HALAMAN :
1
2
3
Mohon tunggu...
Lihat Techlife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
KIRIM
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
TAG
blogcompetition
ramadan bercerita 2026
ramadan bercerita 2026 hari 31
diet data
sampah digital
lebaran minim sampah
inovasi
techlife




