Menag Dorong Pengelolaan Zakat oleh Pemerintah untuk Atasi Kemiskinan
Jurnal Indonesia - Kita juga ingin zakat ini jadi modal produktif. Bukan cuma habis untuk makan sehari, tapi dikelola pemerintah untuk beasiswa atau modal usaha. #kbanews
JAKARTA | KBA – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menekankan pentingnya pengelolaan zakat di Indonesia. Ia mengimbau sebaiknya zakat disentralisasikan atau dikelola oleh pemerintah langsung.
Ia menyampaikan jumlah pemberi dan penerima manfaat zakat cenderung terus bertambah. Dengan demikian, pengelolaan tersebut diharapkan dapat membuat pendistribusian zakat lebih terbuka dan tepat sasaran.
Akademisi Dr. Edi Sugianto mengatakan, dirinya sepakat dengan apa yang ditekankan oleh Menag tersebut. Hal itu karena yang paling penting adalah transparansi.
“Kalau dikelola satu pintu oleh pemerintah, auditnya jelas dan masyarakat jadi lebih percaya kalau zakat mereka benar-benar aman dan sampai ke tangan yang tepat,” katanya saat diwawancara KBA News, Kamis, 26 Februari 2026.
Selain itu, kata dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut, soal pemerataan zakat. Selama ini zakat sering menumpuk di kota-kota besar saja.
Dengan data kemiskinan yang dimiliki pemerintah, distribusi zakat bisa lebih adil sampai ke pelosok desa yang selama ini mungkin kurang tersentuh bantuan.
“Kita juga ingin zakat ini jadi modal produktif. Bukan cuma habis untuk makan sehari, tapi dikelola pemerintah untuk beasiswa atau modal usaha. Tujuannya jelas, supaya si penerima hari ini, kelak bisa mandiri dan gantian jadi pembayar zakat,” jelasnya.
Secara sejarah, lanjut dia, ini sebenarnya meneladani zaman Rasulullah. Ia menjelaskan, dulu zakat itu memang dikelola negara melalui Baitul Maal agar teratur. Jadi, ia menilai bahwa imbauan Menag tersebut adalah langkah bagus untuk merapikan sistem demi keadilan sosial yang lebih luas.
“Terakhir, ini soal kekuatan ekonomi. Bayangkan kalau potensi zakat kita yang besar ini bersinergi dengan program bansos negara. Efeknya pasti jauh lebih terasa buat mengentaskan kemiskinan secara nasional dibandingkan kita jalan sendiri-sendiri,” ujarnya. (kba)




