Pasar Rumah Tapak Diperkirakan Tumbuh 6% di 2026, Didominasi Segmen Menengah
Jurnal Indonesia - Industri properti nasional, khususnya sektor residensial menunjukkan tren pertumbuhan yang positif di tahun 2026. Peningkatan minat kepemilikan hunian ini didorong oleh sejumlah faktor, salah satunya semakin tingginya kesadaran Generasi Milenial dan Gen Z untuk memiliki hunian sebagai kebutuhan dasar sekaligus instrumen investasi jangka panjang.
Berdasarkan data Indonesia Property Watch, permintaan rumah di kisaran harga Rp1–2 miliar naik sebesar 18% pada Kuartal-I 2025, dengan mayoritas peminat berasal dari kelompok usia 25–35 tahun. Martin Samuel Hutapea, Associate Director Research & Consultancy Department, PT Leads Property Services Indonesia mengatakan, memasuki tahun 2026, pasar rumah tapak diproyeksikan tetap tumbuh positif dengan kenaikan permintaan di kisaran 5-6% (yoy).
“Hal ini ditopang oleh sejumlah stimulus seperti insentif pemerintah berupa PPN DTP, serta tren suku bunga yang lebih kompetitif. Segmen menengah menjadi motor utama dengan kontribusi sekitar 61% terhadap total permintaan, mencerminkan daya beli yang tetap resilien,” kata Martin, Rabu (25/2/2026).
Uniknya, Generasi Milenial dan Gen Z kini semakin matang dalam mengambil keputusan pembelian properti dengan mempertimbangkan tidak hanya harga, tetapi juga aksesibilitas, fasilitas, dan potensi kenaikan nilai investasi. Tren ini juga mendorong pertumbuhan kawasan penyangga ibu kota.
“Di wilayah Jabodetabek, Tangerang mencatat pangsa pasar terbesar untuk landed house dengan kontribusi lebih dari 56% terhadap total penjualan, didukung ketersediaan lahan, harga kompetitif, serta pengembangan kawasan terpadu dengan infrastruktur lengkap,” ucapnya.(*)




