Membangun Sinergi Menuju Indonesia Emas: Catatan Rakornas 2026 di Sentul
Sumber Foto: siberriau.com
Catatan Indonesia

Membangun Sinergi Menuju Indonesia Emas: Catatan Rakornas 2026 di Sentul

BOGOR, Siberriau - Suara ribuan abdi negara menggema di Sentul International Convention Center (SICC), Jawa Barat, pada Senin (2/2/2026). Acara ini dihadiri oleh delegasi dari Kabupaten Rokan Hulu, termasuk Bupati Anton, ST, MM, dan Wakil Bupati H. Syafaruddin Poti, SH, MM, yang hadir bersama jajaran Forkopimda setempat.

Mereka tidak hanya hadir untuk memenuhi kewajiban administratif, tetapi juga untuk menyerap semangat perjuangan yang disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia, H. Prabowo Subianto, dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah tahun 2026.

Dalam pembukaan acara, Presiden Prabowo mengungkapkan kekagumannya atas kehadiran 99 persen pemangku kepentingan yang hadir, menunjukkan kekompakan yang luar biasa. "Jika semangat ini berasal dari kalbu yang paling dalam, saya yakin masa depan bangsa kita aman. Kita akan berhasil," tegasnya di hadapan para Menteri, Panglima TNI, Kapolri, dan seluruh kepala daerah.

Presiden juga menekankan bahwa Indonesia merupakan "Negara yang Tidak Mungkin" di mata dunia, mengingat keragaman etnis, agama, dan bahasa yang ada. Ia menegaskan pentingnya kualitas pemimpin yang jujur dan adil dalam membangun bangsa.

Dalam narasi yang menyentuh, Presiden mengingatkan pentingnya tidak melupakan sejarah, serta mengajak para pemimpin daerah untuk belajar dari pengalaman masa lalu. "Mereka yang melupakan sejarah akan dihukum oleh sejarah," ujarnya. Ini menjadi dasar bagi kebijakan luar negeri Indonesia yang mengedepankan prinsip Bebas Aktif.

Rakornas tahun ini mengangkat tema "Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045". Acara ini terdiri dari enam sesi maraton yang membahas berbagai isu fundamental, antara lain:

  • Ekonomi & Energi: Strategi mencapai pertumbuhan ekonomi 8% pada 2029.
  • Kedaulatan Pangan: Menciptakan ekosistem ketenagakerjaan dan pangan yang berkelanjutan.
  • Pembangunan Manusia: Transformasi pendidikan dan kesehatan untuk generasi unggul.
  • Infrastruktur: Akselerasi tata ruang guna memacu pertumbuhan nasional.
  • Pertahanan & Keamanan: Menjadikan stabilitas wilayah sebagai fondasi ekonomi.
  • Tata Kelola Hukum: Reformasi hukum demi kesejahteraan masyarakat.

Usai mengikuti rangkaian sesi, Bupati Rokan Hulu, Anton, ST, MM, menyatakan optimisme terhadap arahan Presiden. Ia menekankan pentingnya menyelaraskan pembangunan di tingkat lokal dengan target nasional. "Kami di Rokan Hulu siap menerjemahkan visi pertumbuhan 8 persen ini melalui penguatan potensi lokal dan pelayanan publik yang lebih transparan," ujarnya.

Wakil Bupati Syafaruddin Poti menambahkan bahwa poin mengenai kedaulatan pangan dan transformasi kesehatan akan menjadi prioritas untuk segera diimplementasikan di daerahnya. Pertemuan di Sentul berakhir saat matahari mulai condong ke barat, namun semangat para pemimpin daerah diharapkan terus menyala untuk membangun Indonesia dari pinggiran.