Laba Konsolidasi SMBC Indonesia Turun 82% di Akhir 2025
Jurnal Indonesia - PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN) mengalami penurunan laba bersih konsolidasi sebesar 82% pada akhir Desember 2025, mencatatkan laba sebesar Rp505,6 miliar, turun dari Rp2,8 triliun pada tahun sebelumnya.
Awal Kejadian
Penurunan laba bersih ini terjadi meskipun kredit SMBC Indonesia mengalami pertumbuhan sebesar 3,3%, mencapai Rp185,4 triliun, didorong oleh peningkatan segmen korporasi dan komersial yang tumbuh 6,5%, serta pertumbuhan kredit Jenius di luar Digital Micro yang meningkat 11,3%.
Perkembangan
Anak perusahaan dalam bidang perbankan syariah, PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS), juga mencatatkan penyaluran pembiayaan sebesar Rp10,35 triliun, setara dengan 5,6% dari total kredit konsolidasian. Pendapatan bunga bersih SMBC Indonesia naik 4,6% menjadi Rp15,9 triliun, dengan margin bunga bersih (NIM) di level 7,0%. Namun, beban operasional meningkat signifikan akibat pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN).
Kondisi Terakhir
SMBC Indonesia memperkuat pencadangan CKPN, terutama di Grup OTO. Meskipun loan-to-deposit ratio (LDR) berada di level 124,1%, rasio kecukupan modal (CAR) konsolidasi tercatat aman di angka 29,3%, sedikit di atas rata-rata industri sebesar 25,9%. Total aset SMBC Indonesia tumbuh 2% menjadi Rp245,9 triliun pada akhir Desember 2025, sementara gross non-performing loan ratio berada di level 2,6%.




