Dadang Kahmad Kutuk Kekerasan di Timur Tengah dan Dorong Peran Indonesia
Jurnal Indonesia - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dadang Kahmad, mengutuk segala bentuk kekerasan dan pelanggaran kemanusiaan dalam konflik Timur Tengah, terutama eskalasi serangan yang melibatkan beberapa negara di kawasan tersebut.
Awal Kejadian
Pernyataan tersebut disampaikan Dadang dalam program Catatan Akhir Pekan bertema “Seruan Perdamaian Konflik Timur Tengah” yang disiarkan oleh tvMu pada Sabtu (21/3). Dalam diskusi ini, ia menyoroti meningkatnya ketegangan geopolitik, termasuk serangan terhadap kedaulatan Iran yang diduga melibatkan Israel dan Amerika Serikat.
Perkembangan
Dadang menegaskan bahwa tindakan kekerasan tersebut mencederai prinsip keadilan internasional. Muhammadiyah secara konsisten menolak segala bentuk agresi dan menyerukan penyelesaian konflik melalui jalur damai serta penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Ia juga mengingatkan pentingnya solidaritas umat Islam dalam merespons penderitaan rakyat Palestina dan wilayah sekitarnya.
Kondisi Terakhir
Di tingkat nasional, Dadang mendorong pemerintah Indonesia untuk memperkuat diplomasi internasional dan meningkatkan bantuan kemanusiaan. Ia juga menekankan pentingnya penguatan kapasitas bangsa dalam penguasaan teknologi dan kemandirian nasional untuk menjaga kedaulatan dari potensi intervensi asing. Sebagai penutup, ia mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan dalam mengakhiri konflik dan penindasan di Palestina dan kawasan Timur Tengah.




