Akademisi Soroti Masalah Deregulasi dalam ART dengan AS
Jurnal Indonesia - Akademisi Fakultas Ekonomika Universitas Indonesia, Rizki Nauli Siregar, mengemukakan catatan kritis terkait deregulasi yang muncul dalam kerangka perjanjian perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat (ART) dalam diskusi publik di Jakarta Selatan.
Awal Kejadian
Diskusi publik ini bertema "Ancaman Imperialisme Baru: Problematika Perjanjian Dagang Indonesia AS dan Dampak Ekonomi Serangan AS-Israel ke Iran" dan diselenggarakan oleh Aliansi Ekonom Indonesia serta Koalisi Masyarakat Sipil pada Rabu, 4 Maret 2026.
Perkembangan
Rizki mengakui kebutuhan Indonesia akan deregulasi untuk memperbaiki iklim ekonomi dan perdagangan. Namun, ia menilai bahwa deregulasi dalam ART bermasalah karena bersifat diskriminatif dan memberikan perlakuan khusus kepada Amerika Serikat. Ia menekankan pentingnya penerapan deregulasi secara konsisten kepada semua mitra dagang, dengan mengedepankan prinsip non-discriminatory.
Isu penyelarasan standar juga menjadi perhatian Rizki. ART mengandung klausul yang mengharuskan Indonesia mengikuti standar yang ditetapkan oleh Amerika Serikat, yang dianggap berisiko, terutama dalam konteks pangan dan kesehatan, mengingat Amerika Serikat telah keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ia menyatakan bahwa standar yang ditetapkan oleh Amerika tidak selalu menjadi acuan utama, dan Indonesia tidak selalu memiliki standar yang lebih rendah.
Rizki juga mengingatkan bahwa dalam lembaga standar internasional seperti Codex Alimentarius, pengaruh korporasi besar sering kali lebih dominan dibandingkan peran negara.
Kondisi Terakhir
Meskipun ART dianggap membuka peluang perdagangan Indonesia di pasar Amerika Serikat, Rizki mengingatkan akan risiko penetrasi produk dan kepentingan ekonomi Amerika yang lebih besar di pasar Indonesia. Ia merekomendasikan agar proses ratifikasi ART ditunda dan dilakukan perundingan ulang, mengingat ketidakpastian yang masih ada, termasuk perkembangan hukum di Amerika Serikat terkait kebijakan tarif.




