Perang Narkoba Meksiko Turunkan Pasokan ke Indonesia, Menurut BNN
Pasokan narkoba dari Meksiko disebut semakin berkurang.
Rep: Bambang Noroyono/ Red: Teguh Firmansyah
Kerusuhan perang antargeng narkoba Meksiko (ilustras).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Perang narkoba yang terjadi di Meksiko 'menguntungkan' Indonesia. Badan Narkotika Nasional (BNN) perang narkoba berdampak pada pasokan barang haram tersebut ke Indonesia.
Kepala BNN Komisaris Jenderal (Komjen) Suyudi Ario Seto mengatakan rantai pasok narkoba ke Indonesia sebagian di antaranya berasal dari Meksiko, atau yang dikenal sebagai jaringan Golden Peacock.
Baca Juga
Sebanyak 185 Lapangan Padel di Jakarta tak Berizin
Kecam Penusukan oleh Debt Collector, Sekjen Propindo Desak Perlindungan Hukum terhadap Advokat
Citra Satelit Ungkap Puluhan Jet AS Termasuk F-35 Parkir di Muwaffaq Salti, Raja Yordania Berbohong?
“Konflik kartel narkoba yang sedang terjadi di Meksiko, situasi tersebut sedikit banyak berpengaruh terhadap rantai pasokan narkotika di Indonesia,” kata Suyudi melalui siaran pers yang diterima wartawan di Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Suyudi mengungkapkan para bandar narkoba di Indonesia rantai pasoknya mencari aternatif yang paling ekonomis dan aman. Dalam penelusuran BNN selama ini, ada tiga peta pesar pemasok barang iblis itu ke Indonesia.
“Rantai pasok narkotika ke Indonesia melibatkan jaringan internasional, terutama dari Golden Triangle, Golden Crescent, dan Golden Peacock,” kata Suyudi.
Jaringan-jaringan gelap peredaran narkoba itu, mengambil jalur laut sebagai pintu utama menuju Indonesia. Jaringan Golden Triangle atau Segitiga Emas, mencakup Myanmar, Tailand wilayah utara, dan Laos wilayah utara. Kawasan tersebut merupakan sumber utama produksi narkoba sintesis, terutama metamfetamin terbesar di Asia Tenggara.
Jaringan Golden Crescent, atau Bulan Sabit Emas yang merupakan sumber pasokan dari wilayah Afganistan, Iran, dan Pakistan. Kawasan tersebut pemasok utama narkoba, dan produksi opium maupun heroin.
Terakhir jaringan Golden Peacock, merupakan kawasan pemasok dan produksi narkoba terbesar di wilayah Amerika Selatan, khususnya Meksiko, dan Brasil. Dari kawasan tersebut, sumber utama pemasok kokain, dan metamfetamin atau sabu-sabu.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)
Ikuti Whatsapp Channel Republika
Advertisement
perang narkoba
perang narkoba meksiko
perang meksiko
Berita Terkait
Rejabar - 05 December 2024, 17:55
Perang Terhadap Narkoba, Polres Indramayu Amankan Dua Pelaku Pengedar Sabu
Internasional - 02 June 2023, 22:59
Kepolisian Meksiko Temukan 45 Tas Berisi Jenazah di Dasar Jurang, Korban Kartel Narkoba?
Internasional - 26 June 2022, 18:45
Duterte Kecam Rencana ICC Buka Kembali Penyelidikan Perang Narkoba Filipina
Rejogja - 23 December 2021, 21:54
Kampung Tangguh di Bantul Melawan Narkoba dan Covid-19
Internasional - 20 November 2021, 16:16
Jaksa ICC Tangguhkan Penyelidikan Perang Narkoba Duterte
Internasional - 16 September 2021, 15:11
ICC Setujui Penyelidikan Dugaan Pelanggaran HAM Duterte
Internasional - 16 June 2021, 12:43
Filipina Sesalkan Berlanjutnya Penyelidikan ICC
Internasional - 04 June 2020, 15:15
PBB Soroti Tafsir Izin Membunuh dalam Perang Narkoba Duterte
Berita Lainnya
Ekonomi - Kamis , 07 May 2026, 21:41 WIB
ADHI Rombak Direksi dan Komisaris dalam RUPST 2025, Ini Susunan Terbarunya
Ekonomi - Kamis , 07 May 2026, 21:12 WIB
Pemda Bebaskan Pajak Daerah untuk Kendaraan Listrik, Begini Sikap Asosiasi SPKLU
Ekonomi - Kamis , 07 May 2026, 20:54 WIB
Perusahaan Peralatan Rumah Tangga Dorong Transisi EV dan Akses Air Bersih
Ekonomi - Kamis , 07 May 2026, 19:49 WIB
Pemerintah Buka Peluang Stimulus Tambahan demi Jaga Daya Beli dan Pertumbuhan Ekonomi
Ekonomi - Kamis , 07 May 2026, 19:45 WIB
Mentan Persilakan Mahasiswa Cek Langsung Gudang Beras Pemerintah Buktikan Stok 5,2 Juta Ton




