Sidang Pemakzulan Sara Duterte: Pertaruhan Karier dan Dinasti Politik Filipina
Sumber Foto: Kompas.com
Internasional

Sidang Pemakzulan Sara Duterte: Pertaruhan Karier dan Dinasti Politik Filipina

Jurnal Indonesia - MANILA, KOMPAS.com - Pertaruhan politik besar dihadapi Wakil Presiden (wapres) Filipina Sara Duterte. Senat Filipina akan membuka sidang pemakzulan terhadap putri mantan presiden Rodrigo Duterte tersebut pada Senin (6/7/2026).

Sidang ini diprediksi menjadi penentu kelanjutan karier politik perempuan berusia 48 tahun itu, termasuk rencana pencalonannya dalam pemilihan presiden (pilpres) 2028 .

Guna mengantisipasi situasi, ribuan personel kepolisian ditempatkan di sekitar gedung Senat di Manila untuk memberikan keamanan tambahan.

Persidangan ini diperkirakan dapat berlangsung berbulan-bulan, terlebih jika jaksa penuntut diberikan waktu 62 hari yang mereka minta untuk menyajikan seluruh bukti.

Duduk perkara pemakzulan Sara Duterte

AFP/TED ALJIBE Wakil Presiden Filipina Sara Duterte dalam konferensi pers di kantornya di Manila, 11 Desember 2024.

Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah memakzulkan Sara Duterte pada 11 Mei 2026.

Ia dihadapkan pada sejumlah tuduhan serius, mulai dari penyelewengan dana publik, kepemilikan aset yang tidak dapat dijelaskan, penyuapan pejabat publik, korupsi, hingga dugaan rencana pembunuhan terhadap mantan sekutunya, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr.

Tuduhan ancaman pembunuhan bermula dari konferensi pers larut malam. Sara mengklaim telah menyewa pembunuh bayaran untuk menghabisi nyawa Marcos, jika sang presiden membunuhnya terlebih dahulu.

Kendati demikian, ia kemudian mengklarifikasi dan mengatakan bahwa komentar tersebut disalahartikan.

Hingga saat ini, kubu Sara belum memberikan indikasi apakah sang wapres akan hadir secara langsung di sidang.

Padahal, berdasarkan survei publik yang dirilis pada akhir Mei, Sara Duterte sebenarnya di posisi mumpuni sebagai kandidat terdepan dalam pilpres 2028. Sebanyak 51 persen responden menyatakan berencana untuk memilihnya.

Langkah mencopot Sara Duterte dari jabatannya tidaklah mudah.

Berdasarkan Konstitusi Filipina, hanya vonis bersalah dari dua pertiga dari 24 kursi Senat yang dapat mencabut jabatannya dan melarangnya secara permanen dari jabatan terpilih.

Perang terbuka dua dinasti

AFP/TED ALJIBE Presiden Filipina Ferdinand Bongbong Marcos Jr saat berkampanye dalam pemilihan presiden di Kota Bocaue, Provinsi Bulacan, 8 Februari 2022. Ia menyebut koalisinya dengan putri mantan presiden Rodrigo Duterte, yaitu Sara Duterte, sebagai Uniteam.

Proses hukum ini menjadi puncak dari pertikaian politik sengit antara dua dinasti besar di Filipina, yaitu Marcos dan Duterte.

Walau Marcos Jr menjauhkan diri dari proses pemakzulan ini, keretakan aliansi rapuh mereka sebenarnya sudah terlihat beberapa minggu usai kemenangan telak bersama dalam pilpres 2022.

Perseteruan tersebut kemudian meledak menjadi perang kata-kata pada 2025. Saat itu, upaya pemakzulan pertama terhadap Sara sempat bergulir sebelum dibatalkan oleh Mahkamah Agung.