Pemkab Kotim Tingkatkan Kapasitas Pedagang Pasar Tradisional Melalui Perdagangan Digital
BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan setempat terus mendorong penguatan perdagangan digital serta pengembangan kapasitas pedagang pasar tradisional agar mampu menggabungkan keunggulan pasar konvensional dengan teknologi modern.
“Kami memberikan dukungan penuh pada upaya penguatan perdagangan digital sekaligus pengembangan kapasitas para pedagang,” ujar Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kotim, Johny Tangkere, Sabtu, 21 Februari 2026.
Menurutnya, pegadang di Kotim terutama yang ada di pasar tradisional seperti Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit dapat memperkenalkan ataupun aktivitas jual beli produknya di sejumlah platform-platform atau teknologi digital, seperti situs web, aplikasi seluler, maupun sistem elektronik lainnya.
"Sehingga target pemasarannya tidak hanya di Kotim, bisa juga daerah lain. Karena di era digital ini kita bisa menjangkau lebih luas. Tidak terbatas oleh lokasi geografis, bisa menjangkau pembeli di seluruh daerah, " ucapnya.
Menurutnya, dengan menggunakan sistem tersebut keberadaan pasar tradisional dapat meningkatkan daya saing dan daya tarik pasar tradisional, mengoptimalkan pengelolaan pasar secara keseluruhan serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
"Mempertahankan pasar tradisional karena memiliki kelebihan unik yang belum dapat disaingi oleh pasar online, yakni pembeli dapat langsung melihat kualitas barang, mencoba ukuran, dan memastikan kesesuaian produk secara nyata. Keunggulan ini menjadi nilai jual utama yang harus terus dipromosikan dan dipertahankan.
Namun demikian, ia menegaskan para pedagang pasar tradisional juga wajib menunjukkan komitmen dalam penetapan harga yang pas, dilaksanakan dengan disiplin dan kejujuran.
“Jika harga diterapkan secara jujur dan konsisten, kepercayaan masyarakat akan tumbuh kembali, " imbuhnya.
Kepercayaan masyarakat yang terbangun ini diharapkan dapat menghidupkan kembali pasar di Sampit, khususnya Pasar Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM), agar menjadi tempat yang ramai dan memiliki daya saing tinggi di era digital.
Penggabungan antara keunggulan pasar tradisional dengan kemudahan teknologi digital diyakini dapat memberikan nilai tambah bagi pedagang maupun pembeli, sekaligus mendorong sektor perdagangan lokal yang lebih maju dan berkelanjutan. (DEVIANA/H)




