Ethereum Memimpin Penguatan Pasar Kripto, Bitcoin Stabil di Atas US$63.000
Jurnal Indonesia - NEW YORK - Pasar aset kripto memulai pekan dengan penguatan yang dipimpin oleh ethereum, sementara bitcoin berhasil bertahan di atas level US$63.000 setelah pulih dari pelemahan pada akhir Juni.
Dikutip dari CoinDesk, ethereum memimpin kenaikan aset kripto utama sepanjang sepekan terakhir dengan lonjakan sekitar 12,4%, sementara bitcoin menguat 5,5% dan diperdagangkan di kisaran US$63.207 pada Senin.
Selain ethereum, BNB dan dogecoin masing-masing naik sekitar 5,5%. Solana menguat 11,2% ke level sekitar US$80,77, sedangkan Hyperliquid (HYPE) mencatat kenaikan tertinggi di antara aset kripto utama dengan lonjakan 14,6% dalam sepekan. Sementara itu, XRP diperdagangkan di level US$1,14 atau naik 9,4% dibandingkan tujuh hari sebelumnya.
Penguatan pasar kripto terjadi di tengah sentimen yang cenderung berhati-hati di pasar keuangan global. Reli saham semikonduktor dan teknologi mulai kehilangan momentum sehingga kembali memunculkan keraguan terhadap keberlanjutan reli saham berbasis kecerdasan buatan (AI) sepanjang tahun ini.
Indeks Kospi Korea Selatan turun 1,4% setelah saham Samsung Electronics dan SK Hynix melemah, sementara indeks MSCI yang melacak saham produsen chip Asia juga mengalami penurunan.
Di sisi lain, harga minyak mentah Brent turun 0,6% menjadi sekitar US$71,70 per barel, sehingga sedikit meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat bulan ini.
Pada saat yang sama, dolar Amerika Serikat menguat terhadap mata uang utama dunia. Penguatan dolar biasanya menjadi sentimen negatif bagi pasar kripto, mengingat pergerakan aset digital dalam beberapa bulan terakhir cenderung berlawanan arah dengan mata uang tersebut.
Meski demikian, kemampuan pasar kripto bertahan di tengah melemahnya saham AI menjadi perkembangan yang dinilai menarik.
Selama kuartal terakhir, arus dana investor cenderung berpindah dari aset kripto menuju saham-saham chip dan AI. Akibatnya, setiap pelemahan pada sektor tersebut umumnya turut menyeret pasar aset digital.
Kini, bitcoin telah berhasil memulihkan seluruh pelemahan yang terjadi pada akhir Juni. Arah pergerakan selanjutnya diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh rilis data inflasi Amerika Serikat serta kemampuan aset kripto utama mempertahankan penguatannya ketika aktivitas perdagangan di pasar AS kembali normal.
Pelaku pasar menilai kemampuan bitcoin bertahan di atas level US$63.000 menjadi sinyal awal bahwa pemulihan mulai memiliki fondasi yang lebih kuat.
Namun, penguatan dolar AS dan ketidakpastian prospek sektor AI masih menjadi faktor yang membatasi potensi kenaikan lebih lanjut karena belum ada katalis baru yang cukup kuat untuk mendorong pasar bergerak lebih tinggi. (ARF)




