Pemkab Barito Utara Jamin Keamanan Pangan Selama Ramadhan
Jurnal Indonesia - Muara Teweh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, memastikan keamanan dan mutu pangan berkualitas selama Ramadhan tetap aman dengan melaksanakan Gerakan Pengawasan Keamanan Pangan Terpadu di Pasar (Gempur Pasar).
"Gempur Pasar merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam melindungi masyarakat dari potensi peredaran pangan yang tidak memenuhi standar keamanan," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (KPP) Barito Utara Siswandoyo di Muara Teweh, Jumat.
Menurut dia, kegiatan ini dilakukan pihaknya bersama Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Barito Utara di sejumlah pasar tradisional di daerah ini sebagai langkah preventif untuk memastikan bahan pangan yang beredar memenuhi kriteria aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH), terutama di tengah meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat selama Ramadhan.
Dalam kegiatan tersebut, Dinas KPP melakukan pengambilan sampel Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) dan Pangan Segar Asal Ikan (PSAI) untuk dilakukan pengujian laboratorium lebih lanjut. Pengujian ini bertujuan untuk mendeteksi kemungkinan adanya residu pestisida, kandungan bahan berbahaya, serta cemaran mikrobiologi yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.Kegiatan ini adalah bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan seluruh pangan yang beredar di pasaran benar-benar memenuhi standar keamanan dan mutu.
"Kami ingin masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang tanpa rasa khawatir terhadap keamanan pangan yang dikonsumsi. Pengawasan ini akan terus kami lakukan secara berkala selama bulan Ramadhan,” kata Siswandoyo.
Untuk Dinas Pertanian turut memastikan mutu hasil pertanian yang beredar tetap sesuai standar yang berlaku. Satpol PP mendukung kegiatan melalui penertiban dan pengawasan di lapangan agar pelaksanaan berjalan tertib dan lancar.
Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara Pariadi AR menambahkan pengawasan pangan olahan menjadi perhatian khusus selama Ramadhan karena tingginya permintaan makanan siap saji.
“Kami melakukan uji cepat di lapangan untuk mendeteksi kandungan formalin, boraks, dan zat pewarna berbahaya lainnya. Jika ditemukan pelanggaran, akan segera kami tindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku. Tujuannya agar masyarakat benar-benar terlindungi dari risiko gangguan kesehatan akibat konsumsi pangan yang tidak aman,” tegas Pariadi.




